Indi's Friends

Sabtu, 24 Juni 2017

Cerita Juni: Ulang Tahun, Lagu Baru dan "Show Mini" :D

Halooooooo... Masih adakah yang mampir di sini? Hehehe, semoga saja ada ya. It's been awhile gue nggak cerita-cerita sama kalian. Padahal baru di dua post sebelumnya ya gue bertanya hal yang sama, ---dan itu sudah lebih dari 1 bulan yang lalu! Geez xD Tapi kali ini alasannya bukan malas. Malah faktanya belakangan gue sedang semangat-semangatnya karena banyak hal baru yang gue lakukan. Terutama gue sedang mengeksplor kemampuan bermusik. Karena meskipun gue jadi anggota choir selama 5 tahun, belum pernah sekalipun gue "dilirik" sama pelatih. Kehadiran gue hanya sebatas antara ada dan tiada, ---alias nggak terlalu dibutuhkan, tapi kalau gue nggak ada juga kadang dicariin :p Gue justru baru tahu kalau gue "bisa" bermusik setelah off dari choir. Tanpa bayang-bayang puluhan teman di choir ternyata gue lebih percaya diri dan bisa menunjukkan warna gue yang sesungguhnya. Tapi bukan berarti gue stop menjadi penulis ya, karena menurut gue musik sama saja dengan menulis. Bedanya saat bercerita gue harus menambahkan melody :) Selain itu yang membuat gue absen dari dunia kecil ini adalah karena so much thing going on belakangan. Dari mulai hal-hal yang bikin happy sampai hal-hal yang bikin hati gue sedikit kosong (eg. ada seorang sahabat yang meninggal dunia, juga ada seorang sahabat yang baru pindah jadi komunikasi dibatasi dulu). Sekarang gue akan mencoba mencicil menceritakan apa saja yang terlewat. Dan akan dimulai oleh 2 moment yang menurut gue paling berharga diantara semuanya, yaitu: Ulang tahun gue dan pengamalan membuat jingle sebuah preschool. How cool is that? Hehehe :p

1. Kejutan Ulang Tahun dimana Keluarga went Vegan for a Day dan Lagu Baru!
Kalau sering mampir ke sini pasti sudah hapal banget sama ke-exited-an gue setiap berulang tahun. Tapi tahun ini ada yang beda karena bertepatan dengan bulan puasa. Awalnya gue mau mengundang beberapa teman untuk berbuka bersama, tapi setelah dipikir rasanya kurang bijak karena pulangnya bisa terlalu malam dan mereka jadi skip ibadah :( Jadi gue putuskan saja tahun ini tanpa perayaan dan gue jalani hari gue seperti biasa. Tapi rupanya orang-orang di sekitar gue nggak membiarkan hari istimewa gue berlalu begitu saja. Begitu tiba di tempat bekerja lampu kelas gue mati, dan begitu dinyalakan gue lihat note yang berisi birthday wishes lengkap dengan gambar Hello Kitty! Ya, ampun, rupanya itu surprise dari Miss. Rifa, partner sekaligus sahabat gue sejak tahun 2012. Rasanya terharuuuuu sekali. Sampai-sampai note nya gue keep dan dipajang di kamar, hahaha :D Miss. Rifa bilang sih gue berlebihan karena itu cuma surprise kecil, tapi menurut gue saat seseorang mengingat moment istimewa seperti ini, ---it's beyond precious! :) 

Gue nggak berharap hadiah apa-apa lagi, note dari Miss. Rifa sukses membuat gue ekstra happy saat bekerja. But, there's another surprise! Waktu gue ambil handphone di loker ada pesan dari ipar gue, katanya, "Kak, kata Ibu pulang kerja mau makan dimana? Kita makan sama-sama, Kakak pilih tempat makan vegan saja." Waaaa, saking happy nya gue sampai baca berkali-kali dan malah lupa untuk balas pesannya, hehehe. Setepat waktu mungkin gue meninggalkan tempat bekerja dan pulang ke rumah karena tahu pasti butuh waktu untuk berganti pakaian dan ---minimal cuci muka. Tapi, lagi-lagi, saat pulang ke rumah ada kejutan! Dan ini datang dari seseorang yang nggak gue duga!

Mungkin ada yang masih ingat kalau tahun lalu gue berkolaborasi dengan Shane Combs, musisi asal Amerika (lihat kolaborasi kami di sini). Nah, siapa sangka hubungan yang awalnya idola dan penggemar itu berubah menjadi persahabatan. Gue nggak bisa cerita gimana awalnya sih, it just happen to be. Rupanya gue dan Shane itu berulang tahun di waktu yang hanya terpaut 10 hari! Kami sebelumnya sudah sering bicara tentang betapa kerennya menjadi "Gemini fella" (plus sama Eris juga sih, anjing gue, lol) dan berencana untuk membuat sesuatu lagi bersama, tapi berhubung Shane akan pindah ke California gue jadi pesimis dengan rencana itu :( Entah dapat wangsit darimana rupanya Shane memutuskan untuk menyelesaikan project ulang tahun kami sebelum tanggal 8 Juni berakhir a.k.a di hari ulang tahun gue. Jadilah kami ngebut mengerjakannya BEBERAPA MENIT saja begitu gue tiba di rumah. Thanks to technology, kami menggunakan video call untuk berkomunikasi dan itu memakan waktu kurang lebih 3 jam. Pantat gue sampai kram rasanya karena duduk di lantai sementara kabel charger menempel terus-terusan di handphone. Well, it's kinda dangerous, tapi berhubung perasaan gue lagi campur-campur antara excited pengen cepat menyelesaikan lagu, mellow karena bakal ditinggal (kami kan tergantung WIFI, lol) sama mood pengen becanda melulu, bikin gue jadi "betah" dengan posisi ekstrim begitu. Telepon baru selesai setelah Ibu terus-terusan nongol di kamar untuk "mengingatkan" secara halus kalau kami mau makan malam bersama, hahaha. Gagal lah rencana gue untuk cuci muka dulu sebelum pergi :p

Lagu yang kami buat sebenarnya nggak 100% baru. Lirik dan melody nya gue tulis sekitar 8 bulan yang lalu. Waktu itu Shane langsung suka dan ingin memainkannya. Tapi berhubung lagunya super girly gue jadi nggak tega kalau melibatkan sahabat laki-laki gue itu, lol. Tapi ternyata Shane benar-benar menyukainya, jadi ia membuat aransemen baru plus kami juga tambahkan sedikit bagian dari lagu "All You Need is Love" nya The Beatles sebagai tribute to the band ---dan juga karena Shane mengidolakan mereka. Lagu yang kami buat sebagai hadiah ulang tahun kami (aneh nggak sih kalimatnya, hehe) itu berjudul "One Day" dan bisa didengar di sini. Gue sih suka banget sama hasilnya. ---Bukannya narsis lho, gue hanya bangga karena finally ada orang yang bisa merealisasikan musik yang ada di kepala gue. ---Karena dengan kemampuan bermusik gue yang masih terbatas, normally semua ini hanya bisa diimajinasikan saja. Semoga kalian juga enjoy dengan musik kami, ya :)

Dengar lagu gue dan Shane di sini. Pakai headphones akan lebih maksimal! :)


Akhirnya setelah terburu-buru ganti baju dan sedikit ditegur karena video call terlalu lama (---padahal anaknya sedang berkarya lho, Ibu, Bapak, hehe) kami (gue, ortu, Nenek, Ipar dan si Ali Connolly) berangkat juga untuk makan malam. Karena gue diizinkan untuk memilih tempat, langsung saja gue menyebut "Kehidupan Tidak Pernah Berakhir", restoran vegan yang selalu jadi favorite gue bahkan semenjak gue masih jadi pesco-vegetarian :) Bisa diduga, tempatnya penuuuh sekali begitu kami tiba. Tapi berhubung ini ulang tahun gue jadi nggak ada yang tega untuk menyalahkan gue :p Lagipula late dinner nya jadi terobati dengan kearakraban kami. Plus keluarga gue ternyata menikmati menu vegan dan amaze sama "daging palsu" yang mereka makan, hahaha. Well, gue sih nggak berharap mereka jadi vegan apalagi di dekat-dekat hari Lebaran seperti ini, tapi melihat mereka enjoy dan bilang kalau akan mampir ke sini lagi juga bikin gue happyyyy :D



Kesannya repetitif, tapi memang setiap ulang tahun gue selalu bilang kalau ini adalah "best birthday" karena begitu kenyataannya. Tuhan maha baik dan maha adil. Tahun lalu gue kehilangan orang yang gue sayangi dan tahun ini "diganti" dengan kehadiran seorang sahabat baru, sahabat lama dan keluarga yang super-super gue cintai. I'm blessed, ---rasanya "malu" jika gue meminta lebih. Gue berjanji akan menjadi orang yang lebih baik agar pantas mendapatkan apa yang sudah dan kelak gue dapatkan di masa depan :) 

2. Terlibat di Pembuatan Jingle Sebuah Preschool dan Tampil di Hadapan Oompa-Loompa.
Seperti yang gue bilang sebelumnya kalau gue sedang mengeksplor kemampuan bermusik. Nah, ini sepertinya membuat gue sedikit nekad, lol. Di awal bulan Juni bos gue bertanya apakah ada diantara employees nya yang bisa membuat lagu untuk preschoolnya. Jadi liriknya sudah ada, tapi belum ada melody. Entahlah dapat keberanian darimana dengan PD nya gue bilang, "Sini sama aku saja, deh. Aku bisa bikin lagu." Dan.... setelahnya gue kaget dengan jawaban yang keluar dari mulut sendiri, hahaha. Pengalaman gue membuat lagu hanya sebatas have fun untuk disimpan di laptop dan beberapa saja yang diupload ke YouTube. Jadi bisa dibayangkan dong betapa blank nya gue :'D Tapi berhubung sudah sok cool, gue bawa liriknya ke rumah dan baru galau setelah malam datang.

Sempat terpikir untuk curang, pakai melody yang sudah ada atau minta dibuatkan Shane. Tapi waktu gue tanya ia apakah bisa membuat lagu anak-anak jawabannya hanya, "What??", hahahaha. Jadilah gue langsung mengalihkan pembicaraan dan bilang, "Never mind" :'D Akhirnya gue humming saja liriknya dan biarkan jari-jari gue bergerak memetik ukulele. It's miracle! Hanya dalam waktu 5 menit lagunya selesai! Gue nggak yakin dengan reaksi bos gue sih, soalnya gue juga nggak ngerti "standar jingle" itu gimana. Tapi sambil tutup mata dan deg-degan (---eh, ngintip dikit sih) gue kirim lagunya melalui whatsapp. It was so rough, ada suara berdehem di awal dan tanpa mixing. Satu menit... dua menit gue menunggu dan akhirnya ada jawaban. Lagu gue langsung di approve! OH, MY GOD!!! Aneh sih, tapi gue syukuri saja. Mungkin bos gue selaranya random, hahahaha *sujud syukur*

Tapi kejutan besarnya justru ada di acara puncak alias school leavers nya preschool. Gue diminta untuk membawakan lagunya di atas panggung! Ahahahaha, antara excited sama geli sih ini namanya :D Sudah pasti ada beberapa teman yang menggoda gue. Dari mulai dipanggil "Maria" (itu lho, tokoh di Sounds of Music yang mengajarkan bocah-bocah bernyanyi) sampai dibilang kalau gue akan perform di hadapan Oopa Loompa :'D Terlanjur sudah nekad mengiyakan bikin lagu, gue iyakan lagi saja permintaan untuk tampilnya. Ini memang bukan pertama kalinya gue perform di depan umum, sebelumnya pernah di tiga stasiun TV nasional dan beberapa kali di kalangan "terbatas". Tapi di depan anak-anak dan orangtua murid? Oh, no, ini bakal jadi moment pertama kali xD



Satu minggu sebelum acara gue sempat gladiresik dan bikin gue geli segelinya karena lagu gue diputar di playground. Bayangkan saja, mendengar suara sendiri saat bekerja itu kan awkward banget, hahaha. Tapi gue tetap berusaha profesional, ---gelinya ditahan dulu sampai waktu bekerja selesai. Dan gue juga ingin penampilan gue di hari H maksimal. Jadi segala silly thought itu harus disingkirkan dulu :) Gue berlatih saat gladiresik juga di rumah, ---bahkan untuk outfitnya pun gue siapkan. Thank God, penampilan perdana gue di preschool berjalan lancar. Meski gue sudah "tahu", tapi nggak bosan-bosannya gue mengingatkan diri sendiri untuk menganggap semua pekerjaan serius. Besar kecilnya panggung, sedikit banyaknya audiences sama sekali nggak boleh mempengaruhi penampilan gue. I just want to do my best :)

Well... itulah dua moment yang sangat berkesan buat gue di bulan Juni. Sebentar lagi bulan akan berganti dan gue masih belum tahu apa yang sudah menanti. Yang pasti gue akan menjalani hari sebaik mungkin, dan sisanya gue serahkan pada Tuhan :) Oh iya, besok sudah hari Lebaran, nih. Mohon maaf lahir dan batin, ya. Nanti akan gue usahakan untuk bersilaturahmi ke blog teman-teman. Sampai ketemu! :)

that ukulele girl,

Indi

_____________________________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com

Sabtu, 27 Mei 2017

My Puppy is 8 Years Old! OMG! :D

Entah waktu yang benar-benar cepat berlalu atau gue yang terlalu enjoy sama hidup, ya... Rasanya baru banget gue cerita tentang ulang tahun Eris yang ke 7, eh sekarang dia sudah 8 tahun aja, huaaaa *kagetplusterharu :')
Tapi banyaknya hal yang terjadi sama hidup gue belakangan (lol) juga bisa jadi alasan kenapa semuanya jadi terasa cepat. Salah satunya saja 3 minggu belakangan gue terkena infeksi mata yang cukup parah. Doctor visit, ke optik, pakai obat ini-itu... dan tahu-tahu saja, boom! ---sudah tanggal 22 Mei 2017! :O Padahal awalnya gue merasa punya cukup waktu untuk menyiapkan proper birthday celebration buat Eris, tapi pada kenyataannya cuma bisa super sederhana, hahaha. Yah, gimana dong... untuk keluar rumah saja mata gue masih sensitif bukan main. Dan yang juga nggak kalah berpengaruh, ---dompet gue ikut terkuras karena biaya dokternya cukup mahal! Maaf ya, Eris :p

Gue selalu berusaha membuat 'perayaan' ketika ada hewan peliharaan yang berulang tahun, ---meskipun itu hanya sederhana. Karena menurut gue every life's matter, termasuk mereka. Seenggaknya ada moment satu kali dalam setahun dimana gue bisa tunjukan pada mereka betapa berartinya mereka untuk hidup gue. Sebelum Eris ada Veggie, anjing golden retriever cerdas-cantik yang sayangnya harus pergi sebelum usianya mencapai 7 tahun. Ia dulu mengidap epilepsi, ---setiap hari dengannya adalah berkah dan membawa kebagiaan. Karena gue "tahu" waktu kami untuk bersama nggak akan lama, gue selalu berusaha membuat hari-hari kami memorable terutama di saat berulang tahun. Entahlah, gue merasa lebih nyaman ketika melakukannya. Mungkin dengan "merayakan hidup" gue seperti diterapi agar lebih mudah melepaskan ketika Veggie benar-benar harus pergi.

Meski begitu gue tetap merasa patah hati. Selama seminggu setelah kepergiannya gue menangis hampir sepanjang hari. Untuk mengobati gue melihat foto-foto Veggie sambil mengingat kenangan-kenangan manis bersamanya. Dan kehadiran Eris yang nggak terduga ternyata juga salah satu penyembuh yang paling ampuh. Gue merasa harus kembali membuka hati dan nggak menyia-nyiakan rasa sayang gue dengan memberikannya pada Eris. Ya, kekuatan dari making memory bersama Veggie dan kehadiran Eris lah yang menyembuhkan gue :) Itulah kenapa gue sangat berusaha untuk melakukan hal yang istimewa di ulang tahun Eris, ---meskipun kesehatan gue sedang menurun. Karena tanpanya mungkin sampai sekarang pun gue masih akan merasa setengah patah hati, hehehe ;)


Begitu sadar kalau sudah tanggal 22, gue langsung membuka lemari es dengan harapan ada sesuatu yang bisa dijadikan bahan untuk membuat kue. Ada telur, ---wah, lucky, berhubung gue vegan sepertinya ini punya Ibu dan Bapak. Juga ada strawberry yang dipetik dari rumah Tante. Setelah berpikir secara kilat gue langsung minta Bapak untuk membelikan buah pisang. Ya, ampun gue merasa helpless. Masa cuma ke mini market saja gue harus minta tolong, hahaha :D (habis ngetik kalimat ini gue langsung pakai obat tetes mata, lol). 
Gue pernah melihat resep kue ulang tahun untuk anjing di YouTube dan pernah gue praktekkan tahun kemarin. Sayang hasilnya terlalu kecil dan kurang nge-blend. Bagi Eris sih itu nggak masalah, karena dia memang hobi makan. Tapi gue tetap berharap kali ini hasilnya lebih baik daripada tahun kemarin biar happy nya Eris jadi berkali-kali lipat.

Belajar dari kesalahan tahun kemarin, kali ini gue lumatkan pisang dengan garpu agar lebih mudah ketika dicampurkan dengan telur. Melihat bentuknya sebelum dimasukkan ke microwave gue merasa super PD akan berhasil. Tapi ternyata... failed! Ini karena Bapak kasih tips super iseng agar gue menambahkan tepung beras ke adonannya, hahaha. Akhirnya setelah sedikit ngambek sama beliau (just kidding, hehe), gue bikin lagi dari awal dan... BERHASIL! Yay, gue bangga sekali sama hasilnya. Tahun lalu waktu gue masih vegetarian (masih makan telur) gue icip-icip kuenya Eris dan ternyata rasanya enaaaaak. Mirip pancake! Resep kue ini simple banget, tapi efektif. Soalnya bisa dinikmati oleh anjing dan pawrent nya sekaligus, hihihi. By the way, in case di antara kalian yang membaca mau re-create resep ini, boleh banget lho. Nih, gue share step by stepnya :)

Bahan-bahan:
~ 2 buah pisang.
~ 2 butir telur.
~ 1 buah strawberry.
~ 1 sendok makan air matang.

Cara membuat:
~ Lumatkan pisang sampai halus lalu campurkan dengan telur yang sudah dikocok.
~ Masukkan air dan aduk rata.
~ Panaskan di microwave suhu tinggi selama 5 menit.
~ Setelah agak dingin olesi bagian atas kue dengan stawberry yang sudah direndam air panas dan dilumatkan. Jadi kaya semacam homemade jam gitu deh, hehehe.


Selama ini gue hanya pernah memberi Eris kue buatan toko (khusus anjing) satu kali saja. Bentuknya memang keren, tapi gue khawatir ada bahan-bahan yang nggak terlalu baik untuk tubuhnya. Selain itu usia Eris juga sudah tua (---ah, tapi bagi gue dia tetap puppy, hehehe), jadi akan lebih baik kalau apa yang masuk ke perutnya adalah bahan-bahan yang gue kenal betul. Pisang baik untuk sumber potasium dan karbohidrat bagi anjing. Sedangkan strawberry, selain rasanya enak juga kaya vitamin C. Satu atau dua buah jadi jumlah yang oke untuk camilan. Asal jangan stawberry kalengan saja karena biasanya mengandung sirup gula :O Nah, kalau dari bahan-bahannya sih sudah oke. Tapi tes kesuksesan kue ini adalah apakah Eris akan menyukainya? :D

Nggak ada dress baru buat Eris, ---kadonya pun mungkin akan menyusul atau bahkan nggak sama sekali, hehehe. Gue dan Bapak cuma menempel tulisan "happy birthday" di dinding dan nyanyi-nyanyi random (Eris mana peduli, lol). Lalu gue potong kuenya jadi 4 bagian dan langsung diberikan pada Eris. No candle this year karena yang sudah-sudah Eris malah mau gigit lilinnya :p 1... 2... 3... the moment of truth. Hap! Ternyata Eris menyukainya! Dalam hitungan detik kuanya langsung habis, jadi nggak sempat divideokan, hahaha. Padahal ukurannya lumayan besar, lho, ---dicetak pakai mangkuk yang biasa buat mie itu. Melihat Eris suka dengan kue buatan gue bikin super happy. Terharu deh, hal yang sesederhana ini saja bisa bikin Eris excited. Ah, gue harus belajar banyak dari Eris :'D


I'm blessed to have her. Nggak bosan-bosan gue bilang begitu (---tapi yang baca di sini mungkin bosan, hehehe). Karena kenyataannya memang begitu. Eris mengajarkan gue untuk selalu excited dengan hal-hal kecil, untuk bersabar seperti saat gue sedikit memberinya makan, untuk tetap percaya dan menghormati, meski terkadang gue "marah" karena ia membandel. Semoga akan ada ulang tahun-ulang tahun berikunya lagi dengannya. Semoga selama apapun sisa hidup yang ia miliki gue bisa memberikannya kebahagiaan dan ia diberkahi dengan kesehatan. Amen... :) Ah, gue jadi pengen cepat-cepat menyelesaikan tulisan ini. Sekarang gue mau nyusul Eris saja di pojokan dekat pintu dan usel-usel wajahnya yang mungil, hihihi :)

cheers,

Indi

nb: Selamat menunaikan ibadah puasa. Maafkan segala kesalahan gue ya, baik di lisan ataupun tulisan :) Bulan puasa identik dengan petasan. Di daerah gue mulai ramai dan bikin Eris panik. Just a friendly reminder, kalau mau main petasan jangan di dekat binatang ya karena telinga mereka super sensitif. Dan untuk para pawrents, yuk peluk si kesayangan supaya nggak panik dan tetap nyaman. Semoga di bulan yang suci ini damai-damai saja ya. Mending juga makan kolak daripada main petasan :p

_____________________________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com

Minggu, 07 Mei 2017

Ditodong Bernyanyi dan Bermain Ukulele di "Udah Gitu Aja" :D

Haloooo Dunia Kecil Indi! Masih adakah yang berkunjung ke sini? Hehehe :p
Lumayan lama juga ya gue nggak mampir, ---bahkan nggak blog walking mengunjungi blog teman-teman. Sedihnya, ini bukan karena gue sibuk, tapi karena... ehm, gue malas :p Bukan malas sama blognya, lho, tapi gue sedang malas in general. Sempat sakit 1 minggu plus cuaca Bandung yang adem-adem beku (hujan es melulu, dong) bikin gue rindu dengan tempat tidur setiap pulang bekerja. Plusnya gue jadi beristirahat dengan cukup, tapi minusnya jadi lumayan banyak hobi yang ditinggalkan (---kecuali hobi tidur, lol). Sekarang gue sudah jauh lebih fit, mudah-mudahan saja bisa kembali ke rutinitas yang seimbang, ---terutama antara pekerjaan, hobi dan waktu istirahat :)

Bulan kemarin banyak long weekendnya. Tapi bagi gue sih nggak terlalu berpengaruh karena pekerjaan formal gue yang sifatnya part time, hanya 4 hari dalam seminggu. Jadi di saat orang lain happy karena dapat libur ekstra, bagi gue rasanya sama karena di hari "normal" pun memang libur, hehehe. Nah, justru pas 1 Mei 2017 kemarin gue malah kebalikan dari orang kebanyakan. Di saat yang lain libur gue malah "back to work" dengan menjadi tamu di acara talk show. Proses undangannya cukup cepat. Berawal dari beberapa hari sebelumnya produser acara menghubungi gue dan menawari untuk menjadi bintang tamu di program barunya. Karena sebelumnya sudah pernah mengisi acara di stasiun TV yang sama jadi langsung gue iyakan. Rupanya memang cukup ngebut, keesokan harinya salah seorang dari tim kreatif langsung memberikan gue jadwal shootingnya!

Mungkin masih ada yang ingat kalau di tahun 2015 lalu gue diundang ke acara yang namanya "Saling Sharing"? Nah, kali ini gue diundang oleh stasiun yang sama, Inspira TV, hanya saja berbeda acara. Namanya "Udah Gitu Aja", sama-sama talk show tapi konsepnya komedi. By the way, sepertinya masih ada yang belum tahu tentang Inspira TV ya. Ini stasiun TV nasional, jadi bukan hanya bisa dinikmati di kota Bandung, tapi juga di kota-kota lain di Indonesia. Bedanya ini adalah channel TV digital bukan analog, jadi kita harus make sure dulu TV yang dipakai bisa mensupport (bisa dibaca di kardus TV nya). Selain itu Inspira TV juga bisa dinikmati di Ninmedia channel 29. Teman-teman sudah pakai TV digital belum, nih? :) 

Belajar dari pengalaman sebelumnya gue pun bertanya tentang dresscode untuk shooting nanti, apalagi acaranya live. Awalnya Reza, salah satu tim kreatif mengizinkan gue memakai dress selutut (---bukan di atas lutut ya, gue selalu make sure pakaian gue sopan). Tapi (lagi-lagi) hanya beberapa jam sebelum shooting keputusan diubah bahwa kaki gue harus tertutup! Aduh, rasanya kok seperti de javu, hahaha. Agak kesal juga sih, tapi syukurlah gue menemukan stocking lama di laci lemari dan dapat pinjaman blazer dari Ibu. Alasannya sih karena beberapa kru masih libur jadi keputusannya serba mendadak. (---Dan later ketika di studio gue jadi tahu kalau channel mereka memang berbasis islami). Tadinya gue mau protes karena di episode sebelumnya Mbak Polwan cantik yang jadi tamu roknya pendek bingits dan bajunya ketat. Tapi sudahlah, aturan pasti dibuat karena ada alasannya dan gue bukan rebel, hehehe. Disyukuri saja karena Ibu punya butik jadi urusan outfit bukan masalah besar :)

Shooting akan dimulai pukul 20.00 WIB, jadi gue dengan diantar Bapak berangkat pukul 19.00 WIB. Tadinya gue diundang untuk share tentang pengalaman menulis saja, tapi setelah produsernya tahu kalau gue juga pemain ukulele (amatir, lol), gue pun diminta untuk membawa serta salah satu ukulele gue. Wah, bakal jadi pengalaman pertama bermain musik live di TV nih. Sebelumnya sudah pernah ketika di Net TV dan TV One, tapi keduanya tapping :D Lokasi shooting kali ini berbeda dengan sebelumnya yang di sebuah kafe, kami diminta untuk datang langsung ke studio Inspira TV. Karena sudah malam dan baru pertama kali, Bapak sempat bingung dengan rutenya. Syukurlah lalu lintas sedang nggak macet dan meskipun studionya nggak terletak di jalan utama tapi ada sign yang cukup terang. Kami pun tiba tepat waktu. Hore! Hehehe.

Sepanjang pengalaman gue mengisi acara (di TV), baru kali ini shooting nya dimulai tanpa basa-basi. Jangankan di makeup oleh makeup artist, diminta untuk rapi-rapi pun nggak. Jadi begitu tiba langsung diminta naik ke lantai 2 (sepertinya ruang kontrol?), baru ketika segment gue hampir dimulai gue diminta untuk masuk ke studio yang berada di lantai 3, hehehe. Positifnya gue jadi nggak sempat deg-degan ---dan akhirnya ada juga TV yang no-problemo dengan gue yang bedakan saja malas :D Gue baru dibriefing saat jeda iklan, termasuk baru ditanya tentang lagu apa yang akan gue bawakan. Tanpa ragu gue langsung menjawab, "Under the Bridge dari Red Hot Chili Peppers!" Hehehe, kalau live begini kan sudah nggak mungkin ditolak, ---kapan lagi bisa membawakan lagu idola :p Karena di sana ada pemain keyboard, gue pun nggak menolak tawarannya untuk mengiringi suara dan permainan ukulele gue. Ini adalah pengalaman pertama, gue jadi super excited! :)



Host "Udah Gitu Aja" ada 2 orang, Danu dan Mike. Mereka super kocak dan lincah, ---saking lincahnya gue khawatir studio mini tempat kami shooting akan rubuh karena mereka berlari kesana kemari saat jeda iklan, hahaha. Meski begitu mereka juga ramah dan sopan. Setelah berkenalan sebentar segment gue pun dimulai dengan membawakan lagu yang sudah direncanakan. Ya... not bad lah untuk ukuran tanpa rehearsal, hehehe. Lagunya jadi terdengar lebih fresh dengan alunan keyboard. Beruntung Bapak sempat merekam moment pertama gue membawakan lagu idola di TV dengan kameranya :)) Setelah itu kedua host langsung masuk dan mulai berbasa-basi dengan gue. Senangnya, Mike pernah menonton film MIKA beberapa waktu lalu, jadi percakapan kami terasa lebih hidup. Gue memang selalu mengirimkan profile terlebih dahulu jika diundang menjadi tamu, karena info tentang gue tentu nggak semua tersedia di google (---kecuali kalau gue Beyonce, hehehe). Tapi jika host nya benar-benar tahu karya gue rasanya jadi lebih menyenangkan.



Setelah jeda iklan berikutnya gue diajak main game. Sebenarnya sih gamenya super simple, gue dan Mike hanya diminta untuk menebak kata yang Danu ucapkan tanpa suara lalu ditulis di selembar kertas. Tapi memang dasar Danu super kocak, gue pun tertawa sampai sakit perut, hahaha. Game ini gue yang menang, ---tapi gue yakin Mike memang sengaja mengalah. Yang asyik dari acara ini meski konsepnya komedi tapi pertanyaan yang diajukan tetap serius. Misalnya tentang upcoming project gue dan tips menulis. Mereka juga sempat membacakan beberapa fakta tentang film MIKA yang membuktikan bahwa tim kreatif melakukan sedikit research sebelumnya. Mungkin kita sebagai penonton akan berkomentar bahwa,'apa susahnya memang dengan mencari tahu?' ---karena zaman sekarang apa-apa tinggal googling. Tapi trust me, masih banyak lho acara TV yang sepertinya malaaaas banget cari tahu tentang tamunya :) 



Segment gue berlangsung selama 1 jam, tapi waktu rasanya cepat sekali berlalu karena meski saat jeda karakter Danu dan Mike sama sekali nggak berubah. Kami asyik mengobrol dan sesekali kru mengajak berfoto bersama. Too bad memory kamera gue habis karena Bapak terlalu semangat merekam aksi gue, hahaha. Untung saja ada Instagram, jadi gue bisa mendapat beberapa dokumentasinya meski resolusinya nggak terlalu besar :) Waktu segment gue ditutup rupanya ada permintaan khusus dari produser agar gue bernyanyi lagi. Ya, ampun spontan sekali acaranya, hahaha. Yang terlintas di kepala gue lagunya Princess Chelsea yang berjudul "Goodnight Little Robot Child", langsung saja gue nyanyikan. Sempat lupa awalnya karena celetukan-celetukan si duo konyol, tapi untung hanya beberapa detik saja, hahaha.

Gue dan Bapak nggak langsung pulang, tapi kami stay sampai 1 jam kemudian alias sampai acara habis. Meski cuma jadi penonton tapi gue nggak bosan karena ketawa-ketawa terus :p Setelah itu kami pamit pulang karena sudah larut dan besoknya gue harus kembali bekerja (---pekerjaan formal maksudnya, kalau "kerja" mah kan setiap hari, hehehe)
Gue bersyukur pengalaman pertama mengisi acara live berlangsung super seru. Gue pikir pressure nya bakal lebih besar daripada tapping, tapi rupanya gue malah lebih santai. Pernah lho gue screen test buat salah satu acara bakat di TV, cuma ditonton sama segerintil kru tapi nervousnya malah luar biasa, lol. Minusnya dari live show gue jadi nggak bisa nonton diri sendiri di TV, ---kecuali kalau ada yang upload ke YouTube. Ya, doakan saja episode gue cukup okay untuk di upload di account official mereka, ya, hehehe. 
Begitu deh pengalaman gue bekerja di hari libur kemarin. Kalau teman-teman bagaimana? Menikmati liburan atau ada pekerjaan tak terduga juga? ;)

Nonton behind the scene "Under the Bridge" di sini, ya :)


yang maksa mau nyanyi lagu RHCP,

Indi


_____________________________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com

Selasa, 18 April 2017

Cara Melepas SpineCor dan BERITA BAIK! :) #indisscoliosislife



Waaa, liburnya sudah habis! Hihihi :D Bagaimana liburannya nih, teman-teman? Mudah-mudahan seru ya. Dan untuk yang merayakan, have a blessed Easter! :) Gue sendiri sih merasa long weekend kali ini terasa kurang long, alias pendek. Mungkin karena sedang semangat-semangatnya mencoba hal baru, ---tapi sekaligus ingin bersantai :p Padahal kalau diingat liburan kali ini cukup lengkap buat gue; relax dengan spa sudah, being creative dengan membuat lagu baru sudah, jalan-jalan dengan keluarga juga sudah. Well, manusia terkadang nggak ada puasnya ya, hehehe. Padahal seharusnya gue bersyukur karena sempat melakukan banyak hal, dan lagipula 'sebentar' lagi juga another weekend tiba ;)

Soal relax dengan spa, sebetulnya libur kemarin gue nggak niat untuk pijat spa. Awalnya gue ingin pijat terapi untuk scoliosis seperti yang biasa gue dapat di tempat fisioterapi. Tapi karena salah paham dengan terapis pijatnya, jadilah gue dapat "rezeki santai" tak terduga, hahaha. Eh, tapi bukan berarti selama libur gue jadi cuek dengan kesehatan my spine ya. Semalas apapun gue selalu usahakan untuk exercise ringan, ---meski terkadang dengan mata terpejam :p Dan ngomong-ngomong soal scoliosis, di blog ini ternyata tema itu jadi salah satu semakin lama semakin banyak di klik, lho. Perasaan gue jadi campur aduk, nih. Antara prihatin karena artinya jumlah scolioser sangat banyak, tapi juga senang karena artinya awareness pengguna internet terhadap scoliosis semakin tinggi :) 

Jadi hari ini gue mau share sesuatu yang berkaitan erat dengan scoliosis, ---yang juga cukup sering di-request sama teman-teman pembaca di sini. Yaitu cara mudah untuk melepas SpineCor. Banyak scolioser, terutama yang kurvanya sedang sampai tinggi harus memakai brace (penyangga) untuk membantu menjaga kestabilan kurvanya. Tipe brace sangat beragam, apa yang dipilih biasanya berdasarkan beberapa pertimbangan dan anjuran dokter. Gue sendiri sejak (lebih) dari 2 tahun lalu memakai SpineCor, brace tipe soft karena lebih nyaman dan efektifitasnya jauh di atas brace tipe lain (hard brace). Meski gue super betah dengan brace ini tapi nggak bisa dipungkiri kalau cara penggunaannya memakan waktu ekstra jika dibandingkan dengan brace tipe hard karena terdiri dari 2 pieces. Untuk pengguna baru pasti merasa kebingungan, ---lihat tali-talinya saja sudah bikin seram, hahaha. Padahal sebenarnya dengan sedikit latihan kita bisa melakukannya dengan mudah, lho :)


SpineCor terdiri dari 2 bagian, yaitu rompi dan short. Di rompi terdapat 4 tali, sedangkan di short terdapat 2 tali. Meski kelihatannya membingungkan (apalagi kalau dalam keadaan dilepas, OMG) tapi sebenarnya fungsi tali-tali itu untuk memudahkan penggunanya, lho. Gue akan coba jelaskan step by stepnya dengan singkat;
1. Di rompi terdapat tali-tali dengan nomor 1, 2, 3 dan 4. Supaya nggak bingung, lepas tali satu persatu dengan urutan terbalik, dari 4 sampai 1.
2. Saat melepas tali lipat ujungnya agar velcro nggak melekat ke bagian rompi yang lain. 
3. Untuk melepas celananya, doesn't matter sih mau tali nomor 1 atau 2 dulu. Yang terpenting make sure lipat talinya agar nggak melekat ke bagian celana lain. Lalu setelah itu lepaskan celana seperti biasa.
4. Lakukan hal yang saja saat akan mencuci atau menyimpan SpineCor untuk mencegah agar velcro nggak cepat "gundul", terutama karena proses pencucian.

Kalau masih bingung kalian bisa menonton video di salah satu episode "Indi's Scoliosis Life" di sini. Gue juga punya video cara memakai SpineCor dan tips untuk ke toilet tanpa harus melepas keseluruhan SpineCor di playlist. Oh iya, gue juga mau share good news nih. Keponakan gue, Fithri baru saja menjalani operasi scoliosis (yup, gue bukan satu-satunya scolioser di keluarga). Kurva sebelumnya sedikit lebih tinggi dari gue dan setelahnya scoliosisnya banyak terkoreksi! Gue sampai surprise melihat fotonya karena ia terlihat super tegap :) Operasi koreksi yang dilakukan menggunakan MAGEC Rod System, ---yang sebelumnya gue belum pernah dengar. Sepertinya di sini memang belum ada (at least itu hasilnya ketika gue googling), karena di rumah sakit tempat Fithri melakukan operasi pun (di Belanda) ini baru kali keduanya dilakukan. News ini membuat gue super happy karena setelah koreksi mobilitas Fithri pasti akan lebih tinggi (she's a wheelchair user) dan juga semakin positif karena artinya perkembangan dunia kedokteran semakin maju! :)


Luar biasa rasanya kalau mengingat dulu gue masih memakai hard brace dan pilihan untuk terapi scoliosis masih sedikit. Siapa yang mengira kalau sekarang ada SpineCor atau MAGEC Rod System, ---dan teknologi-teknologi lain yang nantinya akan menyusul. Fakta kalau ada orang-orang di luar sana yang melakukan berbagai macam penelitian untuk membantu orang-orang seperti gue dan Fithri membuat gue merasa terharu! I can't wait to see what future brings, ini baru awalnya :)
Well, gue sih nggak bisa (---belum) bisa membantu dalam bidang science, tapi mudah-mudahan apa yang gue share di sini dan di series "Indi's Scoliosis Life" bisa membantu, ---at least membuat teman-teman scolioser ingat kalau kalian nggak sendirian. Saat sedih, down atau in pain, jangan lupa kalau di sini ada gue yang "menemani" ;)


smile,
Indi

nb: Rupanya banyak yang belum tahu kalau Spine Body Center, tempat gue memasang SpineCor sudah berubah nama dan alamat. Ini yang baru: Indo Sehat Utama. Ruko Garden Shopping Arcade, Blok B-09 BB Kawasan Podomoro City, Jl. Podomoro Avenue - Tanjung Duren Selatan jakarta Barat 11470. Phone: 021 2940 8696.
_____________________________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com

Senin, 03 April 2017

Halloween 2016: Menyambut Keponakan Baru, Doa dan... Kostum! :)

Howdy-do, teman-teman? Semoga semuanya baik-baik saja dan aman dari banjir, ya. Karena di Bandung sedang ada 2 musim saja; mendung dan hujan, hehehe. Gue sekarang mau cerita tentang acara Halloween yang diadakan di rumah beberapa waktu lalu, nih.
WHAT HALLOWEEN? DI BULAN APRIL?
Ehm, iya. Betul, kok gue mau cerita tentang Halloween *nyengir malu-malu* 
Sebelumnya gue sudah pernah berjanji akan menceritakannya di sini. Tapi berhubung ada suatu alasan (yang dirahasiakan, hahaha) dan sudah bercerita tentang early Halloween yang diadakan bersama Pocky (baca ceritanya di sini), gue jadi menunda-nunda. Malah sampai sempat berpikir untuk skip dulu bercerita tentang Halloween. Tapi barusan, tiba-tiba saja gue ingin bercerita tentang pengalaman di salah satu hari favorit gue itu. Karena setelah semakin diingat-ingat rasanya gue akan menyesal kalau kenangannya nggak diabadikan di sini :)

Gue yakin kalau kalian rajin mampir ke sini pasti tahu betapa selalu excited nya gue dengan 'hari seram' itu. Dan bagi yang baru mampir ke sini mungkin akan bertanya-tanya karena di Indonesia nggak ada budaya tersebut. Well, sebenarnya gue sudah sering menjelaskannya dan kalian bisa membacanya di label "Halloween". But just in case ada yang malas gue akan menjelaskannya lagi sedikit :) Meski namanya "Halloween", tapi ini nggak ada hubungannya dengan originnya, yaitu di Irlandia. Tanpa bermaksud disrespectful, gue (dan keluarga) hanya meminjam namanya. Bagi kami Halloween adalah waktunya untuk kreatif dan berkumpul. Biasanya kami membuat kostum bersama dan membuat camilan-camilan unik. ---Bisa dibilang Halloween=family time. Waktu untuk keluarga memang (sudah seharusnya) setiap hari, tapi nggak ada salahnya untuk sesekali membuat sesuatu yang lebih istimewa. Apalagi Halloween "memaksa" kami untuk membuat sesuatu dengan memanfaatkan apa yang sudah dimiliki sebelumnya which is sangat positif. Jadi... why not? ;)

Di Halloween tahun kemarin ada yang berbeda karena kami punya anggota keluarga baru, yaitu Ali, keponakan gue. Ini jadi pengalaman Halloween pertama Ali yang bulan Oktober lalu menginjak usia 11 bulan. Gue dan ibunya, a.k.a ipar gue, ingin agar Halloween pertamanya berkesan. Meski kemungkinan besar Ali nggak akan mengingatnya karena masih terlalu kecil, at least ketika besar nanti kami harap ia akan happy saat melihat foto-fotonya, hehehe :) Biasanya ide tema Halloween datang dari gue, tapi kemarin gue berdiskusi dulu dengan ipar. Kami mempertimbangkan beberapa tokoh, dari mulai fiksi sampai tokoh nyata seperti Pak Stephen Hawking. Dan akhirnya kami memilih tema "Inside I'm Dancing", ---atau mungkin kalian lebih familiar dengan judul film "Rory O'Shea was Here". Gue lega sekali dengan pilihan kami, karena secara nggak langsung mengingatkan kembali tentang betapa hebatnya efek film ini ke kehidupan gue, ---terutama di masa remaja :)

Kostum Halloween ide rame-rame. Dress: Ibu, Aksen celemek dari tile: Ipar, Topi suster: Bapak, Sepatu: gue :D

Gue beruntung mendapatkan kepercayaan untuk menamai keponakan gue ketika ia lahir, Ali, ---atau biasa dipanggil Ali Connolly. "Ali" diambil dari nama petinju Mohammad Ali dan nama dokter yang membantu persalinan sebagai tribute untuknya. Sedangkan "Connolly" diambil dari nama Michael Connolly, salah satu tokoh di film Inside I'm Dancing. Nama ini direstui oleh orangtuanya yang membuat gue lega karena bagi sebagian orang nama yang gue berikan terdengar random, hahaha. Tapi sebenarnya nggak, ini adalah doa dari gue agar Ali "mewarisi" kebaikan-kebaikan dari nama orang-orang yang menginspirasinya. Terutama Michael Connolly, yang menurut gue pantas disebut sebagai salah satu nicest character di dalam dunia perfilman. Seandainya kebaikan-kebaikan ada di seseorang yang nyata, gue harap Ali lah orangnya :)

Ali dan orang yang menjadi inspirasi namanya. Semoga Ali mewarisi sifat-sifat baiknya. Kalau dikasih bonus mewarisi wajah imutnya juga boleh :p

Inside I'm Dancing (rilis dengan judul "Rory O'Shea was Here") bercerita tentang Rory O'Shea, yang baru saja pindah ke Carrigmore Residential Home for Disabled. Karakter Rory sangat rebel, siapa saja dilawannya meskipun ia hanya bisa menggerakkan kedua jari tangan kanannya karena mengidap muscular dystrophy. Di sana ia bertemu dengan Michael Connolly yang karakternya sangat bertolak belakang dengannya; pendiam dan nggak mau mencari masalah. Michael sebenarnya sangat cerdas (like reallyyyyyy smart), hanya saja hampir nggak ada orang yang mengerti dengan speech nya karena ia mengidap severe cerebral palsy. Seiring dengan berjalannya waktu, Rory dan Michael pun bersahabat. ---Well, gue nggak mau spoiler terlalu banyak ceritanya, tapi film ini sangat relatable! Gue mengalami gimana nggak enaknya dianggap nggak bisa melakukan sesuatu hanya karena kondisi fisik. Atau orang kadang mengira gue nggak punya keinginan atau goal hanya karena secara nggak aktif secara fisik. Padahal pikiran gue terus berjalan, gue juga punya banyak ide, ---I'm dancing too, inside.

Meski nggak tinggal serumah tapi ipar gue dan Ali sering mampir ke rumah orangtua gue. Suatu hari gue meminjamkan DVD "Inside I'm Dancing" dan she was instantly in love, terutama dengan karakter Michael. Ia menontonnya berkali-kali, bahkan si kecil Ali pun ikut, ---mungkin untuk mengenalkan tokoh yang menginspirasi asal-usul namanya, hehehe. Dan kesempatan Halloween pun digunakan untuk semakin mengenalkan Ali dengan Michael. Di film ada adegan yang sangat mengesankan ketika Rory dan Michael menghadiri pesta kostum bersama Siobhan, sahabat sekaligus caregiver mereka. Kami memutuskan Ali memakai kostum yang sama dengan Michael, yaitu kostum sailor berwarna putih. Sedangkan gue, atas request ipar memakai kostum yang sama dengan Siobhan, yaitu kostum perawat yang diinspirasi oleh Florence Nightingale. It's was really cute, mengingat di film Siobhan adalah first love dan first dance nya Michael. (Lagi-lagi) gue merasa beruntung menjadi partner Halloween pertama bagi si Connolly kecil :)

Siobhan dan Michael di scene pesta kostum. Sebenarnya ada lho foto gue dan Ali yang berpose seperti ini :p
Untuk kostum Ali rupanya ipar gue sudah menyiapkan jauh-jauh hari. Ia mengirimkan fotonya pada gue lewat WhatsApp dan membuat gue semakin semangat untuk menyiapkan kostum Siobhan. Apalagi Ali ternyata punya 2 kostum, ---iya, Ali menjadi Michael dan Rory sekaligus! Gue pun bertekad untuk mendapatkan kostum yang bagus dengan budget yang seketat mungkin (seperti biasanya, lol). What a nice surprise, beberapa hari saja sebelum Halloween Ibu mengajak gue untuk berbelanja kain. Iseng-iseng gue asking for the cheapest blue fabric sebagai "upah" menemani. Guess what?! Ibu mengabulkannya permintaan gue :D Jadilah kain biru dengan harga diskon itu dijahit menjadi pakaian perawat. Di film Siobhan juga memakai sneakers dan topi perawat. Lucky me, gue punya sepatu yang mirip dengannya, ---yang pernah dipakai di Halloween tahun kemarin. Sedangkan untuk topinya gue hampir putus asa, karena setelah mencari pinjaman pada teman-teman nggak ada seorang pun yang punya model topi mirip dengan Siobhan :'D Baru di pagi Halloween ada titik terang (hahaha), Bapak ingat kalau beberapa waktu lalu butik Ibu pernah membuat seragam untuk seluruh karyawan di sebuah rumah sakit, ---dan salah satunya adalah perawat! Bapak pun mencari topi yang dijadikan contoh pola lalu meminjamkannya pada gue. Untuk menutupi logo rumah sakitnya gue menggunakan pin Red Hot Chili Peppers. Tuh kan, Halloween bikin sekeluarga kreatif ramai-ramai :p

Ibu Ali ternyata menyiapkan 2 kostum untuk Ali! :)

Di film saat pesta kostum rambut Siobhan dikepang ala Florence, dan ini kepang karya ipar gue :D




Mungkin sepanjang "sejarah" Halloween baru kali ini gue merasa emosional. Saat menyiapkan kostum dan melihat Ali bertransformasi menjadi Michael membuat mata gue berkaca-kaca... Gue selalu merasa film "Inside I'm Dancing" berbicara langsung pada gue, dan tema Halloween ini membuat kepala gue menayangkan flash back saat menontonnya untuk pertama kali. Gue ingat menangis dan merasa "malu" saat melihat adegan measurement nya Michael. Karena gue juga mengalami hal yang sama seenggaknya setiap satu bulan sekali (fyi, gue mengidap severe scoliosis). Gue juga ingat saat melihat adegan "bridge" hati gue bergetar. Rory bilang bahwa gift yang sesungguhnya adalah hidup, masa depan. Dan sampai sekarang pun, saat gue merasa 'down' kata-kata Rory menjadi salah satu pengingat yang membuat gue bangkit. Iya, filmnya SEGITU berartinya untuk gue :)

Tapi ke-mellow-an hati gue tentu nggak ditunjukkan di depan keluarga gue, haha. Halloween ala gue adalah moment untuk berbagi kebahagiaan. Kebetulan waktu itu yang hadir bukan hanya Ibu, Bapak, ipar, Ali, Nenek dan Tante, tapi juga ada seorang kerabat Ibu dan putrinya. Sekalian saja gue ajak putri teman Ibu untuk membuat camilan di dapur bersama gue dan ipar. Kami membuat 'dirt cake' yang di atasnya ada gummy berbentuk cacing (too bad ada gelatinnya jadi gue hanya bisa makan cake nya). Juga membuat spider cookies dengan cara menggabungkan Pocky sticks dan Oreo, super simple. Untuk minumannya kami membuat lemon tea dengan sedotan yang bergambar kelalawar :D It was super fun. Bahkan ipar gue berkata bahwa ini adalah pengalaman pertamanya ber-Halloween, dan kalau saja nggak menjadi ipar gue mungkin ia nggak akan pernah merasakan serunya. Hahaha, ada-ada saja :)

Dirt cake, rasanya enak bangeeeet. Tapi tahun ini mungkin akan coba bikin gummy worms sendiri supaya vegan.

Spider Oreos! :O

Ipar gue bikin ini, lemonnya diperas manual satu persatu, hahaha. Thank you, ya :D

Jangan bayangkan pesta Halloween seperti yang diadakan di mall-mall, club-club atau hotel-hotel yang sering ditayangkan di TV. Halloween kami sangat sederhana as always. Kami menikmati camilannya bersama sambil mengobrol santai. Jauh dari kesan seram apalagi "wah". Lucunya bagi teman Ibu hal seperti ini nggak biasa, beliau jadi agak bingung dan terkesan 'nyinyir'. Tapi gue sih nggak ambil pusing, apalagi putrinya kelihatan menikmati sekali dan jadi ingin ikut memakai kostum, hahaha (ups). Gue dan ipar gue juga bangga karena cake buatan kami mendapat pujian dari Ibu dan Bapak, ---padahal kami membuatnya dari cake mix :p Nggak ada camilan Halloween untuk Ali, tapi gue dan ipar sudah berjanji akan membuat Halloween pertamanya super berkesan. Jadi kami pun memutar lagu "Beat for Two" dari Elbow, soundtrack film "Inside I'm Dancing" lalu... gue mengajak Ali berdansa. Ipar gue mengambil foto dan merekam kami. Oh, bahkan saat mengetik ini pun gue mulai berkaca-kaca, hahaha. 

Ali's first dance VS dance scene nya Siobhan dan Michael yang heartbreaking.


Video (vlog) Halloween pertama Ali, termasuk dansa pertama kami :)

Of course (saat ini) gue dan ipar nggak berharap Ali mengerti apa yang kami lakukan. Kami hanya ingin membuat Halloween pertamanya berkesan. Biar saja ketika dewasa nanti ia melihat sendiri foto-foto dan video Halloween pertamanya. Mungkin nanti ia akan menganggapnya silly atau malah menganggap gue dan ibunya itu keren, hehehe, ---but it doesn't matter. Yang terpenting suatu hari nanti Ali tahu darimana namanya berasal. "Connolly" adalah doa agar Ali menjadi laki-laki yang ramah, setia kawan, cerdas dan lapang dada seperti Michael Connolly. Gue bangga menjadi orang yang memberinya nama ketika ia lahir, sekaligus menjadi partner dansa dan Halloween pertamanya. Halloween 2016 menjadi tahun pertama dimana Halloween bukan hanya sebagai hari kreatif dan berkumpul bersama keluarga, ---tapi juga menjadi hari dimana kami menyambut the newest member of our family dan menunjukkannya betapa kami mencintainya :)

Artikel singkat tentang Halloween ala gue di Koran Sindo :)


Nb: Koran Sindo mewawancarai gue tentang Halloween. Super singkat, tapi jika kalian ingin membacanya bisa klik di sini.

boo,

Indi

_____________________________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com

Senin, 20 Maret 2017

Vegan tapi Junk Food? Kok Bisa? :O

Gue vegetarian sejak usia 15 tahun, ---tepatnya pesco-vegetarian, yang masih mengkonsumsi ikan. Semakin dewasa gue putuskan untuk menjadi full vegetarian, atau sama sekali nggak mengkonsumsi produk hewani kecuali telur dan dairy. Baru di bulan Desember 2016 lalu gue menjadi vegan. ---Untuk gue itu sangat mudah, karena kalau untuk urusan lidah sebenarnya banyak substitute telur dan dairy yang bahkan non vegan pun nggak bisa membedakan dengan yang "real" kalau nggak diberi tahu :D
Reaksi orang-orang di sekitar gue bermacam-macam. Bagi Ibu dan Bapak perubahan dari vegetarian ke vegan terasa "biasa" saja karena mereka menyaksikan transisi gue dari awal. Tapi lain lagi reaksi teman-teman dan followers gue di media sosial. Kebanyakan dari mereka menganggap gue ekstrim dan aneh. Padahal, kalau dipikirkan apanya yang aneh? Bukannya lebih aneh (baca: mengkhawatirkan) orang-orang yang terbiasa mengkonsumsi sosis dan nugget sebagai makanan sehari-hari? Hehehe, just kidding! Bagi gue sehat atau nggak sehat bukan tergantung dari menjadi vegan atau nggak menjadi vegan, tapi tergantung dari seimbangnya makanan yang dikonsumsi oleh kita :)

Alasan kenapa gue memutuskan menjadi vegan sebenarnya simple; Karena (dulu) gue sering kali nggak tahu darimana daging yang gue konsumsi berasal. Kalau hidup di pedesaan dan (syukur-syukur) punya peternakan sendiri mungkin akan lain cerita, karena we raised them dan bisa memastikan kalau mereka disembelih dengan cara yang baik. Tapi gue tinggal di kota, yang akses untuk ke supermarket jauh lebih mudah daripada ke pasar tradisional. Di sana kebanyakan daging sudah dalam keadaan dikemas dan disimpan di freezer. Mana gue tahu apa yang sudah mereka lalui sebelum akhirnya tiba di sana, hehehe. Tapi gue juga merasa bahwa nggak ada lah yang namanya "100% vegan". Gue percaya Tuhan menciptakan hewan untuk diambil manfaat baiknya oleh manusia. Benda-benda yang gue pakai pun pasti ada "campur tangan" hewan di sana. Misalnya saja sarung jok mobil yang gue pakai memang sudah melekat sejak dibeli dari dealer. Tentu gue nggak akan membuangnya dalam rangka protes, tapi memakainya sampai waktunya untuk diganti. Intinya, nggak perlu buang-buang, nggak perlu "lebay". Yang terpenting membatasi penggunaan produk hewani. Begitu.



Menjadi vegan sebenarnya memudahkan hidup gue. Akses mendapatkan sayuran segar jauuuh lebih mudah daripada mendapatkan daging segar karena beberapa bisa gue tanam sendiri di rumah. Beberapa vegan vlogger dan dokter gue juga sangat membantu karena dari mereka lah gue mendapatkan pengetahuan tentang gizi yang seimbang. Dokter gue sebenarnya bukan vegetarian apalagi vegan, tapi ia sangat suportif dan itu bikin gue super happy :) Daaaan, sisi positif lainnya adalah gue jadi lebih rajin memasak! Hahaha. Karena jujur saja yang gue "rindu" dari saat menjadi vegetarian adalah mengunjungi restoran junk food! Sampai sekarang gue belum menemukan restoran vegan cepat saji yang lokasinya dekat dengan rumah. Jadi untuk rekreasi lidah, satu atau dua kali seminggu gue coba untuk me-recreate menu-menu kurang sehat menjadi "lumayan lebih sehat" :p Sekarang gue akan share beberapa resepnya, siapa tahu saja kalian mau coba. ---Well, nggak perlu menjadi vegan kok untuk mencobanya karena rasanya cocok dengan lidah orang Indonesia. Gue nggak asal ngomong, lho (---eh, ngetik). Kemarin gue membawa beberapa menu buatan gue ke tempat kerja dan teman-teman yang mencicipi can't tell kalau sebenarnya yang mereka makan bukan daging! :O

***

Vegan Hot Dog (Carrot-dog)
Gue dapat ide untuk membuat menu ini ketika menonton salah satu videonya Family Fizz. Kalau kalian belum tahu tentang mereka, gue sarankan untuk mengunjungi channelnya karena di sana banyak sekali video-video santai yang sekaligus mengedukasi. Sebelumnya gue hanya tahu kalau vegan hot dog dibuat dari meat analogue (fake meat), tapi rupanya bisa diganti dengan wortel dan rasanya tetap "meaty"! :D Meski mereka nggak memberikan resepnya, tapi dengan sedikit googling dan percobaan akhirnya gue mendapatkan rasa yang pas. By the way ada kejadian lucu waktu gue lunch bersama teman-teman. Mereka pikir yang gue makan itu sosis betulan karena tampilannya yang realistik! Hahaha :D


Bahan-bahan:
~ Wortel dengan ukuran sedang. Kalau mau super realistic boleh deh pilih yang bentuknya paling mendekati sosis, lol. 
~ Kecap asin. 
~ Barbecue sauce.
~ Bawang putih.
~ Bawang bombay.
~ Garam.
~ Merica.
~ Mustard.
~ Roti hot dog.
~ Sedikit minyak untuk memanggang (boleh diganti vegan margarin atau vegan butter, sesuai selera).
~ Air.

Cara membuat:
~ Kupas wortel, lalu beri beberapa slit di badannya (seperti jika akan menggoreng sosis utuh). Dengan menggunakan pisau atau peeler, bentuk ujung wortel agar lebih membulat.
~ Marinate/rendam wortel selama minimal 6 jam di dalam larutan air, kecap asin, barbecue sauce, garam, merica dan bawang putih yang sudah dihancurkan. 
~ Setelah meresap panggang wortel dengan menggunakan sedikit minyak sampai warnanya kecoklatan.
~ Angkat wortel dan letakkan di atas roti dengan pelengkapnya seperti hot dog pada umumnya. 
~ Beri tumisan bawang bombay di atasnya agar lebih sedap.

Gue lebih suka untuk me-marinate wortelnya sekaligus beberapa supaya tinggal memanggangnya jika ingin membuat hot dog. Selain itu carrot dog juga enak untuk dijadikan side dish, seperti nasi goreng, vegan steak atau spaghetti :)

Sloppy Joes
Ehmm, kalau yang ini sih agak konyol. Jadi ceritanya waktu kecil gue terobsesi sekali dengan Mary Kate dan Ashley Olsen. Ada salah satu filmya yang sangat gue suka, judulnya "It Takes Two". Ceritanya sih biasa saja, mirip dengan film klasik "The Parent Trap". Yang mencuri perhatian gue justru adegan makan siang di perkemahan. Menunya adalah sloppy joes (yang aslinya dibuat dari daging cingcang), dan semua pemeran anak-anak terlihat sangaaaaat menikmati. Gue jadi super penasaran, tapi sayangnya waktu minta sama Ibu beliau nggak tahu cara membuatnya. Dan gue malah baru kesampaian makan setelah menjadi vegan, hehehe.


Bahan-bahan:
~ Burger buns.
~ Tempe.
~ Jamur kancing.
~ Bawang bombay.
~ Garam.
~ Merica.
~ Mustard. 
~ Barbecue sauce.
~ Kecap asin.
~ Kecap manis.
~ Saus tomat.
~ Vegan margarine.

Cara membuat:
~ Iris-iris tempe, lumatkan, lalu campurkan dengan jamur yang sudah diiris kecil.
~ Panggang bawang bombay sampai harum dan kecoklatan lalu masukkan tempe dan jamur. 
~ Masukkan garam, merica, saus tomat, kecap asin dan kecap manis, lalu aduk sampai rata. Angkat dan tiriskan.
~ Panggang buns di pan yang sudah diolesi margarine sebentar. 
~ Sajikan seperti sloppy joes pada umumnya, jangan lupa tambahkan mustard di atasnya untuk rasa asam dan warna ;)


Lazy Vegan Pizza ala Indi
Gue suka banget pizza. Saking sukanya, ini adalah makanan pertama yang gue minta waktu selesai operasi tumor payudara tahun 2013 lalu, hahaha. Yang pernah membaca novel-novel gue atau pernah nonton film Mika juga pasti tahu betapa gue mencintai makanan itu. Beberapa tahun yang lalu sih nggak terlalu sulit untuk menemukan pizza vegan (---atau at least vegetarian) di restoran pizza "besar". Tapi sekarang menunya sudah nggak ada karena kurang peminat. Kalau di restoran kecil yang khusus vegan memang ada, tapi too bad mereka nggak menerima delivery order dan jaraknya lumayan jauh dari rumah gue. Ya sudah gue coba bikin sendiri saja. Tentu dengan versi "lazy" alias seadanya dan nggak banyak usaha :p


Bahan-bahan pizza base:
~ 2 cup terigu.
~ 1 cup air matang.
~ Secubit garam.
~ Secubit garlic powder (atau bisa gunakan bawang putih yang dicincang).
~ 2 sendok makan baking soda dan baking powder.

Topping:
~ Saus tomat.
~ Saus pasta atau saus pizza instan.
~ Tomat diiris dadu.
~ Jamur kuping cincang.
~ Bawang bombay diiris dadu.
~ Jagung pipil.
~ Secubit garam dan merica.

Cara membuat: 
~ Masukkan seluruh bahan pizza base ke dalam mangkuk besar, lalu aduk sambil diberi air sedikit-sedikit. 
~ Setelah konsistensinya seperti play doh, ratakan adonan di loyang atau piring yang sudah diolesi vegan margarine atau olive oil. 
~ Olesi pizza base dengan saus dan beri topping sesuai selera, ---atau sesuai isi kulkas, hehehe.
~ Taburi garam dan merica untuk rasa.
~ Panaskan di dalam microwave dengan suhu paling tinggi selama 8 menit.

Meski seadanya tapi gue puas dengan rasanya. Mungkin memang nggak se-wah buatan restroran yang ada vegan cheese nya, tapi dijamin homemade pizza ini JAUH lebih enak daripada frozen pizza yang dijual di supermarket. Karena nggak pakai ragi proses pembuatannya juga jadi super cepat, cocok untuk orang nggak sabaran semacam gue :p By the way kata Ibu, Bapak dan ipar gue yang non vegan, mereka suka dengan pizza ini, lho. Malah kadang-kadang suka request gue untuk bikin lazy pizza ini lagi kalau weekend ;)

Vegan Burger
Nah ini nih menu yang paling bikin teman-teman gue kebingungan. Mereka tahu kalau gue vegan, jadi langsung bisa menebak kalau isi burgernya bukan daging. Tapi waktu mereka mencicipinya mereka nggak bisa tebak apa tepatnya. Jadilah burger gue berkeliling waktu makan siang dan dipakai untuk kuis "tebak isi burger", hehehe :p 
Nenek gue pernah bilang kalau rasa makanan itu sebenarnya 80% ditentukan oleh bumbu. Daging, sayuran atau kacang-kacangan bisa sama enaknya kalau bumbunya tepat. Malah bisa jadi lidah kita nggak bisa membedakan apa yang sebenarnya sedang dimakan karena rasanya mirip. Seorang teman gue malah langsung meminta resepnya setelah mencicipi burger gue karena anaknya hanya suka daging, dan burger ini sepertinya bisa menipunya, hehehe.


Bahan-bahan:
~ 2 genggam kacang merah (atau kacang hitam) untuk 2 patty.
~ 1 siung bawang merah dan bawang putih.
~ Bawang bombay sesuai selera (gue pakai 1 kepala).
~ Secubit garam dan merica.
~ 1 batang seledri.
~ 1 batang wortel (diparut tipis).
~ All purpose flour.
~ Susu soya.
~ Kecap.

Pelengkap:
~ Burger buns.
~ Tomat dan timun potong.
~ Saus.
~ Vegan margarine.

Cara membuat:
~ Rebus kacang sampai lunak (jangan terlalu lembek) lalu hancurkan dengan garpu, ulekan atau food processor.
~ Iris tipis semua bawang dan seledri lalu campurkan ke lumatan kacang.
~ Pelan-pelan tuangkan susu soya sampai adonan patty mudah dibentuk (konsistensi seperti play doh).
~ Jika sudah mudah dibentuk, masukkan kecap, merica, garam, wortel dan all purpose flour.
~ Bentuk seperti patty lalu panggang di api kecil sampai kecoklatan. Setiap sisi cukup 2 sampai 3 menit saja.
~ Sajikan dengan pelengkapnya seperti burger pada umumnya.

***

Resep-resep masakan vegan yang sehat sudah banyak beredar dimana-mana, baik dalam bentuk buku atau secara on line. Yang gue share (di YouTube, Facebook dan Instagram) justru hampir semuanya adalah menu-menu vegan junk food karena masih banyak yang menganggap being vegan=no fun. Padahal gue nggak akan missing out saat pesta barbecue tahun baru hanya karena bingung mau makan apa. Just vegan it! Dan selain untuk rekreasi lidah (satu minggu sekali cukup untuk makan "junk food" ini), menu-menu ini juga cocok untuk yang sedang transisi ke lifestyle yang lebih sehat, ---atau... siapapun yang sedang ingin alternatif dari daging :) 
By the way, adakah di antara kalian yang juga vegan? Kalau ada share dong apa menu junk food favorit kalian di kolom komentar ;)


yang kepengen makan sloppy joes dari kecil,

Indi

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com