Indi's Friends

Sabtu, 09 Desember 2017

Menang Tantangan Bulan Scoliosis Awareness? Terus untuk Apa? :O

Halo, apa kabar teman-teman? Gue sudah kembali, nih. Eh, lebih tepatnya blog gue yang sudah kembali, ---gue nya sih nggak kemana-mana, hihihi. Nggak nyangka ternyata saat sedang masa perbaikan, blog gue yang seadanya ini banyak juga yang mencari :D Terima kasih ya sudah menyempatkan mampir ke sini. Gue tadinya nggak mau lama-lama vakum, tapi rupanya banyak juga yang harus dibenahi. Nah, untuk post perdana gue setelah 3 bulan, gue bakal share yang ringan-ringan dulu saja, deh. Kebetulan di saat gue vakum itu bertepatan dengan bulan scoliosis awareness di US, jadi gue akan bercerita tentang pengalaman mengikuti lomba dalam rangka memperingati hari tersebut :)

Eh, ngomong-ngomong masih pada ingat nggak sih tentang scoliosis? Kalau lupa gue ingatkan lagi secara singkat ya. Scoliosis itu adalah kondisi pada rangka tubuh yang berupa kelengkungan tulang belakang. Gue sendiri adalah salah satu pengidapnya, terdeteksi pada usia 13 tahun dan masih tetap terapi sampai sekarang. Karena scoliosis itu bukan penyakit (ingat ya, istilahnya "kondisi"), jadi tentu saja nggak ada obatnya. Tapi bisa dikoreksi alias bisa dilakukan beberapa cara untuk mencegah dan mengurangi kelengkungan tulang belakang pengidapnya. Misalnya saja dengan cara fisioterapi, bracing (peyangga) atau operasi. Meski pengidapnya banyak, tapi kesadaran orang tentang kondisi ini masih cenderung minim. Itulah kenapa dibuat yang namanya bulan scoliosis awareness. Tujuannya untuk meningkatkan kepedulian dan mengedukasi masyarakat tentang scoliosis. Cara memperingatinya macam-macam. Ada yang memberikan penyuluhan, screening scoliosis gratis, atau malah membuat "tantangan" seperti yang dilakukan oleh "National Scoliosis Center".

Mungkin banyak diantara kalian yang belum tahu apa itu "National Scoliosis Center" karena lokasinya berada di Amerika sana. Gue juga baru tahu, kok, dan itu pun tanpa sengaja, hihihi. Jadi NSC ini adalah pusat terpadu yang berfokus pada pada perawatan dan terapi non bedah untuk pengidap scoliosis dan pengidap kondisi (kelainan) tulang belakang lainnya. Kebetulan gue memfollow akun "Scoliosis Children's Foundation" dan dari sanalah gue mendapat informasi tentang challenge yang mereka adakan. Setelah membaca aturan tantangannya, gue langsung tertarik untuk ikut! Gue suka dengan tujuan mereka yang sederhana tapi efektif. Gue tinggal berfoto dengan outfit berwarna hijau dengan caption yang menarik. Kenapa warna hijau? Karena hijau (biasanya pita hijau) adalah simbol dari scoliosis, sebagai lambang dari kepedulian dan dukungan. Dengan kita memakai warna hijau di bulan Juni, otomatis kita diingatkan bahwa scoliosis itu memang ada. Dan karena kita menguploadnya di instagram, semakin banyak pula yang melihat dan secara nggak langsung kita ikut mengedukasi netizen melalui caption yang ditulis. 

Seperti biasa, gue sih nggak terlalu berharap untuk menang. Yang terpenting do my best. Dan gue juga mengajak followers gue untuk ikutan. Surprisingly, ternyata lumayan banyak juga yang tertarik. Dan gue terharu karena beberapa dari mereka bahkan bukan scolioser. Mereka melakukannya karena solidaritas dan rasa peduli! Aww... :') Waktu tahu kalau pesertanya banyak (dan worldwide pula!) gue merasa senang alih-alih merasa tersaingi. Karena dengan semakin banyak yang ikut artinya akan semakin cepat pula tercapainya tujuan dari challenge ini. Salut dengan para peserta yang kreatif. Bahkan ada juga lho yang mengajak teman satu gang nya untuk berfoto bersama dengan baju hijau. Gue jadi merasa kurang kreatif karena hanya berfoto selfie di depan cermin di sela-sela waktu bekerja. Itupun pakai handphone milik teman gue, alias dapat pinjam, hehehe. Ups :p

Kira-kira satu minggu kemudian gue mendapatkan pesan dari ID yang nggak gue kenal, ---yang secara otomatis masuk ke dalam kotak spam. Meski gue memprioritaskan untuk membuka pesan dari orang-orang yang "dikenal", tapi gue tetap membuka kotak spam meskipun agak terlambat. Rupanya pesan itu datang dari "National Scoliosis Center". Gue langsung dag-dig-dug nggak jelas, soalnya kalau sampai menang rasanya kok too good to be true, hehehe. Begitu pesannya terbuka gue membacanya berkali-kali dulu sebelum mengklik tombol "accept". Nggak yakin! Tapi setelah dibaca 10 kali pun pesannya nggak berubah! Gue menjadi salah satu pemenang dari Scoliosis Awareness Challenge!:D Dan yang lebih surprisenya lagi gue ternyata menjadi pemenang utama. Iya, pemenang utama karena post gue dianggap paling engaging alias paling banyak mendapat respon! Waaaa... Gue sampai captured ucapan selamatnya dan langsung gue tunjukan pada teman gue, lol. 


Satu bulan berlalu, gue akhirnya menerima sebuah paket yang dikirim dari California, Amerika. Wah, jauh sekali ya :D Yup, hadiah gue akhirnya datang! Isinya bikin gue happy plus terharu. Ada sebuah novel berjudul "Braced" yang ditandatangani langsung oleh Alyson Gerber, penulisnya dan juga sebuah postcard! "Braced" ini menceritakan tentang seorang remaja bermana Rachel Brooks yang sedang semangat-semangatnya bergabung dengan tim sepak bola di sekolah. Namun semangatnya itu terpaksa harus ditahan karena ia didiagnosis mengidap scoliosis yang mengharuskannya memakai brace (penyangga tulang belakang) selama 23 jam per hari. ---Sounds familiar? Iya, memang mirip sekali dengan kisah gue yang dibukukan dengan judul "Waktu Aku sama Mika" dan difilimkan dengan judul "Mika". Tapi apa yang dialami Rachel dan gue memang bukan sesuatu yang "jarang", kok. Meski nggak semuanya mengalami tantangan yang sama, menurut penelitian 3 dari 100 diperkirakan memiliki scoliosis, lho. Termasuk sang penulis novel sendiri! :) 


Membaca kisah Rachel rasanya sangat relatable. Bahkan ada beberapa bagian dari karakter Rachel yang gue yakin akan membuat non-scolioser pun berceletuk "Oh, I feel you" ketika membacanya. Because teenagers always be teenagers, ---bagaimana pun bentuk tulang belakangnya. Buat gue novel "Braced" ini salah satu bukti kalau untuk meningkatkan awareness soal scoliosis nggak perlu ribet dan nggak perlu menyeramkan. Buat "kampanye" sesederhana mungkin, tapi tepat sasaran. Dan itu juga bisa dilakukan oleh siapa saja selama mempunyai rasa peduli. Punya kemampuan menulis? Buatlah tulisan tentang scoliosis, misalnya dalam bentuk blog post, cerpen atau bahkan lirik lagu. Punya usaha sablon? Kenapa nggak bikin kaus dengan desain yang menarik dan membuat orang ingin tahu lebih banyak tentang scoliosis. Daaaaan masih banyak lagi contoh lainnya. Bahkan as simple as memposting foto di Instagram pun bisa menjadi salah satu bentuk kampanye, lho.

Jadi maukah teman-teman melangkah dengan gue untuk meningkatkan scoliosis awareness? Every step counts! :)

xx,

Indi


_____________________________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com

Selasa, 21 November 2017

Vote Indi di IM+ Fest 2017, Yuk! :)


Halo teman-teman, apa kabar? Semoga semuanya baik-baik saja, ---at least sebaik gue yang sedang minum orange juice sehabis beres-beres kamar sisa Halloween di pagi buta begini, hihihi. Postingan gue kali ini singkat saja, gue mau minta bantuan dari kalian, nih! :)
Bulan lalu gue masuk ke dalam 175 besar Inspira Music+ Festival 2017. Nah, sebentar lagi akan dipilih siapa saja yang masuk ke dalam 10 besar. Selain ditentukan oleh juri, salah satu diantara 10 besar itu dipilih berdasarkan voting, lho, dan kalian semua bisa ikutan :D
Caranya cukup dengan menonton video gue di sini sampai habis. Satu view dinilai sebagai satu suara :)

In case link di atas susah dibuka, ada juga cara yang lain:
1. Masuk ke www.inspira.tv
2. Lihat "Video minggu ini"
3. Cari video gue (Indie Sugar, ---iya nama gue padahal "Indi", uhuhuhu)
4. Tonton videonya sampai habis
5. Selesai! ;)


Karena votenya berdasarkan jumlah view, jadi kalian bisa vote sampai lebih dari satu kali, lho, hihihi. Jadi kalau kebetulan sedang luang boleh banget kalian menonton videonya berulang-ulang :p Oh iya, terkadang saat membuka link nya akan ada permintaan login. It's up to you, boleh membuat account dulu (bisa menggunakan Facebook dan Google+) atau di skip saja dengan cara tap/click screen yang kosong. 

Gue memang masih baru sekali dalam bidang musik, malah lagu yang masuk ke dalam 175 besar ini saja baru diciptakan tahun lalu. Tapi musik adalah salah satu passion gue, ---meskipun masih harus banyak belajar :) Setiap suara dari kalian akan ikut mengantar gue meraih cita-cita. Soal hasilnya biarlah Tuhan yang menentukan, yang terpenting gue nggak diam saja untuk meraihnya :)


yang main ukulele itu, lho,

Indi

_____________________________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com

Kamis, 26 Oktober 2017

Halloween 2017: Kado Cinta dari Keluarga :)

Boo!
Ini akhir Oktober, sudah bisa tebak dong tulisan gue kali ini tentang apa? Hihihi. Kalau rajin mampir ke sini pasti sudah tahu kalau gue selalu excited dengan Halloween. Malah saking excitednya gue ingin kalau sepanjang bulan Oktober-November Halloween terus berlangsung, hihihi. Kalau kalian baru mampir ke sini mungkin kalian bingung dan bertanya-tanya "Kok di Indonesia ada Halloween, sih?". Well, gue sangat menghormati origin tradisi ini dan nggak ada sedikit pun maksud untuk disrespecful. Bagi gue (dan keluarga) Halloween adalah waktunya berkumpul dan being creative, hampir sama seperti "holiday" yang lain. Mungkin kalian bisa cek tag "Halloween" di blog ini karena gue sudah sering share tentang cerita Halloween "ala gue" :)

Belakangan ini bukan waktu yang mudah bagi keluarga gue. Bergantian dari kami harus dirawat di Rumah Sakit, ---dengan penyakit yang cukup berat. Termasuk gue yang baru saja didiagnosis dengan suatu kondisi yang belum siap gue ceritakan di sini. Pokoknya kondisi "baru" gue ini menguras energi banget, sampai-sampai gue kehilangan seseorang yang gue sayang, (---gue harap ini temporari dan ia akan kembali setelah keadaan lebih stabil... Amen). Tapi gue (well, kami) beruntung meski dengan yang terjadi belakangan, keluarga gue tetap solid. Entah apa jadinya kalau tanpa mereka, mungkin gue nggak akan "sekuat" sekarang. Kehadiran mereka, terutama Ibu dan Bapak menjadi pendukung paling besar bagi gue. ---Lalu apa hubungannya dengan Halloween? Hihi, believe it or not ini juga salah satu "tanda cinta" mereka untuk gue :)

Mungkin karena terlalu banyak yang terjadi, gue jadi nggak sadar kalau Oktober hampir berakhir. Masih ingat betul tahun kemarin gue dan ipar membicarakan tentang rencana Halloween tahun ini. Tapi semuanya orang nampaknya sudah lupa, ---atau gue pikir begitu. Di suatu siang saat semua berkumpul di ruang TV, gue bergurau tentang betapa bosannya gue karena nggak ada satu channel pun yang memutar film horror. Lalu tiba-tiba saja ipar gue bertanya akan jadi apa gue Halloween kali ini. Kaget, juga somehow pertanyaannya terdengar menggelikan, gue terkikik. "I don't know, mungkin kita skip saja Halloween kali ini," jawab gue, ---meski sebenarnya nggak sungguh-sungguh. Ipar gue tampak kecewa, she love Halloween as much as I do. Gue jadi berpikir, hati kecil gue sebenarnya nggak rela kalau harus skip Halloween. Tapi gue sama sekali nggak punya rencana apa-apa. Biasanya Ibu selalu membuatkan kostum untuk gue, tapi dengan keadaan seperti sekarang gue bahkan nggak berani untuk bertanya karena takut merepotkan. Akhirnya gue putuskan untuk pergi ke supermarket dan membeli sedikit treats untuk Halloween. Waktu gue minta izin sama Ibu, guess what??!... Beliau senang sekali! Ibu langsung meminta Bapak mengantar gue. Katanya kalau gue masih ingat dengan Halloween, artinya gue "baik-baik saja", hihihi. Aww, Mom! :D



Sementara gue dan Bapak berbelanja treats, ipar gue membuat dekorasi Halloween di rumah. Mungkin kesannya berlebihan, tapi gue terharu banget karena Bapak super excited waktu memilih-milih treats. Bentuk crackers yang akan dipakai untuk membuat kue graveyard saja beliau pikirkan sampai matang, hihihi. Waktu kami tiba di rumah, dekorasi yang ipar buat sudah hampir selesai. Ya,ampun tahun ini sepertinya tingkat excited keluarga gue berkali-kali lipat dibandingkan gue sendiri. Gue jadi menyesal dengan niat gue untuk skip Halloween :'D Gue langsung masuk dapur untuk membuat treats. Dari tahun ke tahun andalan gue itu dirt cake, tapi berhubung sizenya semakin besar namanya pun berubah menjadi "graveyard cake" :p Ini sebenarnya cuma cake biasa yang di atasnya ditaburi remahan Oreo, tapi karena gue vegan, gue ganti telur di cakenya dengan pisang. Yang lucu, setelah gue beri "nisan" ipar gue menghiasi cakenya dengan hantu-hantuan. Nama cakenya pun jadi diubah jadi "ghost in the graveyard", deh, hahaha.



Untuk kostum, gue dan ipar sepakat untuk keep it simple. Dibandingkan memakai kembali kostum tahun kemarin, kami pikir lebih baik memakai yang sudah ada tapi belum pernah dipakai. Kami putuskan tema tahun ini diinspirasi oleh Harry Potter. Berhubung sehari-hari gue berkacamata, gue pun jadi Moaning Myrtle. Sedangkan si kecil Ali, keponakan gue jadi Harry Potter. Kami cukup memakai kacamata dan sweater, plus untuk Ali jidatnya dilukis gambar halilintar oleh ipar gue, hahaha. Dibandingkan tahun kemarin Ali jauuuuuh lebih excited kali ini. Semua treats ingin ia coba dan ia amaze sekali dengan dekorasinya. Ia terus-terusan bilang, "Bagus... bagus" dan minta digendong supaya bisa melihat dari dekat :D Oh iya, gue sama sekali nggak ikut mendekorasi, lho. Semuanya dilakukan oleh Ipar dan Bapak. Jadi waktu gue masuk ruang tamu rasa amaze gue kira-kira sama dengan Ali, ---tapi ditambah teary eyes sendikit :p



Lihat videonya di sini :)

Meski semuanya serba dadakan dan tanpa rencana, tapi gue merasa ini Halloween yang paling berkesan. Somehow gue merasa suasananya jauh lebih hangat daripada yang sudah-sudah. Mungkin karena di tengah masa sulit ini kami masih bisa berkumpul. Apalagi meski semuanya excited, gue merasa bahwa mereka membuat Halloween party sederhana ini untuk gue... :) 
Halloween. Setiap tahun selalu ada cerita yang istimewa. Dan tahun ini... Ini Halloween paling penuh cinta yang pernah gue alami :)

pumpkinlove,

Indi


_____________________________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com

Senin, 16 Oktober 2017

Jadi Top 175 di Musik+ Festival! Indi Ngapain Ya? :D

Halooooo, ada orang di sana? Hahaha, mungkin ada beberapa dari kalian yang notice kalau blog gue sempat “bersembunyi”. Well, at least gue menerima sekitar 10 private message yang isinya menanyakan tentang keberadaan dunia kecil gue ini. Ada yang mengira kalau gue menghapusnya, dan ada juga yang mengira kalau gue blocked beberapa pembaca. Padahal sebenarnya nggak, kok. Blog gue masih ada, tapi ada beberapa ‘perbaikan’ yang perlu gue lakukan di sini. Dan di saat yang bersamaan gue juga sedang ada health problem yang perlu penanganan serius (don’t worry, I’ll be fine), jadi sekalian saja gue liburan dulu. As I type this, gue sedang duduk di sebuah rumah di luar kota dengan cuaca yang super panas, hihihi. Mohon doa dari teman-teman supaya gue cepat pulih baik secara fisik maupun mental. Amen! :D

Gue akui, belakangan untuk melakukan daily routine terasa lebih menantang. Tapi ini nggak menghentikan gue dari (berusaha) berkarya, kok. Bukannya sok kuat, tapi terus berusaha aktif (asalkan nggak kelewat batas) di saat kondisi menurut justru membuat pikiran gue teralihkan dan lebih positif :) Salah satunya dengan mengikuti Musik+ Festival 2017. Gue sudah mendaftar sejak bulan Agustus lalu, ---di saat kondisi gue mulai menurun.  Tadinya gue nggak yakin untuk melanjutkan dan sudah bersiap untuk mengundurkan diri. Tapi di bulan September gue mendapat kabar kalau gue masuk ke dalam 175 besar dari ribuan pendaftar! Mau mundur rasanya jadi sayang, dan sepertinya ini adalah kesempatan yang bagus untuk menambah pengalaman dan tentu, untuk bertemu teman-teman baru :)

Teman-teman sudah tahu belum sih tentang ajang musik ini? Kalau sudah, kalian bisa skip part ini. Tapi kalau belum, silakan lanjutkan baca, hihihi. Musik+ Festival ini adalah ajang yang diadakan oleh Inspira TV (yang sudah pakai TV digital pasti tahu channel ini). Konsepnya berbeda dengan ajang pencarian bakat yang sudah-sudah. Goal mereka bukan hanya menghibur, tapi juga menginspirasi. Atau, dikutip dari situs mereka;
“Musik plus adalah musik yang mengandung muatan positif yang mencerahkan, memotivasi dan menginspirasi. Musik plus tidak dibatasi oleh genre. Semua jenis musik dapat menjadi musik plus selama memiliki makna yang inspiratif dan positif. Dengan musik plus hiburan menjadi lebih bermakna.”
Keren dan berbeda, kan? Nah, lagu yang dibawakan juga bebas, boleh ciptaan sendiri atau lagu orang lain. Akan mendatkan nilai plus jika lagunya berbahasa Indonesia. Lalu bagaimana dengan gue yang lagu-lagunya (sok) English semua? :p

Memang kalau sudah “harusnya begitu” Tuhan pasti kasih jalan. Saat mengikuti audisi online tadinya gue mau mengirimkan lagu berbahasa Inggris. Tapi sepupu gue yang berusia 10 tahun menyarankan lagu lain. Rupanya ia menyukai lagu “Hey Girls Hey Boys” yang gue ciptakan tahun lalu dalam rangka World Disability Day. Agak ragu, karena lagu itu super sederhana dan nggak “komersil” (waktu gue upload di YouTube viewers nya jauh di bawah video-video gue yang lain, nggak sampai 300 viewers!). Sepupu gue bilang lagunya enak dan ada pesan moralnya, hahaha. Karena ingin membuat dia senang (toh gue nggak yakin-yakin amat bakal lolos), gue iyakan saja permintaannya. Gue pikir, ya sudah ini satu-satunya lagu ciptaan gue yang berbahasa Indonesia dan dalam kondisi seperti ini  agak “ribet” jika harus membuat lagu yang baru. Whatever will be, will be, deh. Yang penting gue mengirimkan karya yang original :D

Dan… siapa yang menyangka bahwa gue terpilih sebagai salah satu dari top 175! Gue sendiri bahkan nyaris lupa kalau sempat mengikuti audisi. Maklum saja karena gue baru dihubungi (TENGAH MALAM) di tanggal 29 September lalu, ---been a month sejak gue mengirimkan lagunya. Gue langsung memberi tahu Bapak dan bertanya apa gue boleh mengikuti technical meeting di besok siangnya. Kami berpikir agak lama. Karena selain kondisi gue, Ibu juga baru selesai dirawat inap, dan keponakan gue pun sedang dalam kondisi gawat di Rumah sakit. Tapi Bapak menyarankan gue buat go for it, katanya ini bakal jadi pengalaman berharga dan kalau nggak mencoba gue nggak akan tahu sejauh mana kemampuan gue. Ya sudah gue bulatkan tekad untuk terus maju meskipun sahabat gue yang musisi “idealis” heran kenapa gue mau ikutan ajang seperti ini, lol. 

Selesai Technical Meeting di De Majestic, Bandung.

Technical meeting diadakan di gedung De Majestic, Jl. Braga no. 1 Bandung. Ini adalah kawasan pejalan kaki alias pedestrian, ---jadi untuk parkir susaaah sekali karena lahannya hanya sedikit. Gue datang terlambat karena kabar yang diterima begitu mendadak. Syukurlah gue masih sempat mendengar informasi penting untuk shooting taping keesokan harinya. Poin pentingnya sih hanya diingatkan untuk berpakaian sopan, lagu berbahasa Indonesia lebih disukai dan untuk datang tepat waktu. Lucunya ada beberapa kru Inspira TV yang mengingat gue, mungkin karena pernah dua kali mengisi acara di sana. Tapi dengan sesama peserta malah awkward. Gue mencoba berkenalan dengan laki-laki yang duduk di samping gue, tapi dia jutek maksimal, hahaha. Mungkin disangkanya gue naksir dia kali, ya? :p Uh, the problem with being too friendly. *palm face.

Sampai di rumah gue nggak bisa langsung istirahat karena belum ada ide lagu apa yang akan gue nyanyikan untuk shooting taping keesokan harinya. Lagu One Day (lagu ciptaan gue) memang bermain terus di dalam kepala gue. But I’m not sure… karena liriknya berbahasa Inggris. Dan akhirnya, karena malam semakin larut gue putuskan saja untuk mengubah sebagian liriknya ke dalam Bahasa Indonesia, hahaha. Jadi terdengar janggal sih, tapi setelah gue ulang-ulang wasn’t that bad kayaknya :p By the way, shooting taping ini untuk ditayangkan di Inspira TV sekaligus untuk ditonton oleh para juri. Dari top 175 ini kami akan disaring kembali menjadi top 10. Yup, hanya 10 orang dari seluruh Indonesia! Bikin gue cukup deg-degan sih. Tapi gue tetap berusaha istirahat karena nervous plus kurang tidur pasti bukan perpaduan yang bagus.

Gue termasuk awal waktu mendaftar, makanya dapat nomor 71 ;)
Di depan gedung De Majestic sebelum shooting dimulai.

Tanggal 31 September, shooting diadakan di tempat yang sama dengan technical meeting. Dan perkara mencari tempat parkir jadi jauuuuuuuuh lebih sulit daripada sebelumnya. Mungkin karena setiap peserta boleh membawa 10 orang supporter jadi mereka membutuhkan banyak lahan. Kalau gue sih cuma datang bersama Bapak dan Tante (hiks, lol). Kami parkir di tempat yang cukup jauh, kira-kira 7 menit berjalan kaki, ---itu pun kalau kami setengah berlari, hihihi. Tapi untung saja gue tetap datang on time, bahkan masih punya waktu sekitar 2 jam sebelum shooting dimulai. Kami langsung memilih gue duduk dipaling depan. Alasannya agar akses gue untuk ke toilet dan belakang panggung lebih mudah (tahu dong kalau orang sedang nervous bagaimana). Nggak ada wajah familiar yang gue lihat (kecuali kru-krunya of course), tapi as always gue tetap berusaha untuk ramah pada semuanya dan berusaha cuek kalau ada yang jutek :p Selama menunggu gue nggak melakukan banyak hal, paling hanya berlatih sesekali, mengobrol dengan Bapak dan Iie. Yang paling jauh, gue cuma jalan ke café sebelah untuk membeli minuman es cokelat. Yang mana langsung membuat gue ditegur Bapak karena dikhawatirkan akan merusak suara gue. (No worry Pak, suara anakmu ini biasanya juga fals. Serak sedikit orang nggak akan notice perbedaannya, hahaha).

Dan akhirnya waktu yang ditunggu tiba. Seluruh peserta diminta untuk naik ke belakang panggung. Surprise… surprise… gue mendapat giliran yang pertama! Well, seharusnya sih nomor 2, tapi karena ada salah satu peserta yang belum siap, jadilah gue yang menggantikan. Cengar-cengir gue makin menjadi, ---kebiasaan kalau sedang nervous, lol. Dari atas panggung semuanya terlihat gelap, mungkin karena lampu sorotnya hanya mengarah ke panggung. Tapi gue stay cool, pura-pura bisa melihat dan melambaikan tangan ke arah yang kira-kira tempat Bapak dan Tante duduk, hahaha. Sebelum mulai bernyanyi ternyata ada sedikit interview dulu dari hosts nya. Aww, mereka mengenal gue sebagai penulis novel dan Indi yang menginspirasi film Mika. Jadi malu-malu kucing, deh :p Setelah itu kru menyiapkan 2 buah mikrofon untuk gue karena gue nggak memakai minus one, tapi bermain ukulele. Sumpah, it feels so weird. Monitor ada tepat di depan gue tapi suara yang gue dengar pelaaaan sekali. Tapi karena itu katanya “normal” gue pun mulai bernyanyi sambil bermain ukulele despite of nggak bisa dengar suara sendiri. Gue coba berikan yang terbaik, meski hati ini dag-dig-dug. Berdasarkan hasil tanya-tanya sedikit sama peserta lain di belakang panggung, mereka rupanya sudah terbiasa ikut lomba. Nah gue… lomba tingkat RT saja belum pernah, hahaha.

Di belakang panggung, foto diambil oleh fotografer Inspira TV.
On stage, dapat captured dari Instagramnya Inspira TV, hahahaha (ketawa sedih).
Tante mau ambil video, tapi sayang HP nya error! :O

Turun dari panggung rasanya masih deg-degan, tapi lega. Oh iya, gue punya teman baru yang kenalan di belakang panggung, namanya Mia dan dia penyanyi solo. Katanya penampilan gue bagus, sampai-sampai peserta lain ngumpul di depan monitor untuk nonton, hahaha. Entahlah dia bohong atau nggak, yang pasti itu membuat perasaan gue lebih baik :) Sambil melihat penampilan peserta lain, gue juga sempat diwawancarai. Isinya selain tentang perasaan gue mengikuti Musik+ Festival, juga tentang aktivitas gue. Too bad Bapak dan Tante nggak ikut ke belakang panggung, jadi gue nggak punya dokumentasinya. Sebenarnya pas di panggung juga gue nggak punya foto dan videonya karena tiba-tiba saja handphone Tante error. Yang gue pajang di sini gue dapat dari akunnya Inspira TV dan hasil captured dari video Tante sebelum akhirnya blank (cuma beberapa detik saja). Agak sedih, sih. Tapi yang terpenting kan gue menikmati waktu moment ini terjadi ;)

Karena Tante ada keperluan, gue pun diajak pulang lebih awal. Syukurlah diizinkan karena nggak ada kewajiban untuk stay sampai akhir acara. Di perjalanan pulang gue langsung mengirimkan pesan pada Ibu yang isinya mengabari kalau gue sudah berusaha dan senang bisa mendapatkan kesempatan untuk tampil di sana. Gue belum tahu dengan hasilnya, tapi melihat wajah Bapak dan Tante yang bangga dan terus-terus mengulang cerita sewaktu melihat gue di panggung rasanya priceless. Rasanya gue sangat dicintai dan semakin bersyukur memiliki keluarga yang suportif. Akankah gue masuk 10 besar? Hope so. Tapi bukan itu intinya. Karena yang terpenting gue sudah mencoba memberikan yang terbaik, dan biar sisanya Tuhan yang menentukan. Gue rasa nggak perlu malu atau ragu saat melakukan sesuatu untuk pertama kalinya. Karena kalau nggak pernah memulai, bagaimana mungkin gue bisa dapat pengalaman? :)

ukulele girl,

Indi


_____________________________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com

Sabtu, 24 Juni 2017

Cerita Juni: Ulang Tahun, Lagu Baru dan "Show Mini" :D

Halooooooo... Masih adakah yang mampir di sini? Hehehe, semoga saja ada ya. It's been awhile gue nggak cerita-cerita sama kalian. Padahal baru di dua post sebelumnya ya gue bertanya hal yang sama, ---dan itu sudah lebih dari 1 bulan yang lalu! Geez xD Tapi kali ini alasannya bukan malas. Malah faktanya belakangan gue sedang semangat-semangatnya karena banyak hal baru yang gue lakukan. Terutama gue sedang mengeksplor kemampuan bermusik. Karena meskipun gue jadi anggota choir selama 5 tahun, belum pernah sekalipun gue "dilirik" sama pelatih. Kehadiran gue hanya sebatas antara ada dan tiada, ---alias nggak terlalu dibutuhkan, tapi kalau gue nggak ada juga kadang dicariin :p Gue justru baru tahu kalau gue "bisa" bermusik setelah off dari choir. Tanpa bayang-bayang puluhan teman di choir ternyata gue lebih percaya diri dan bisa menunjukkan warna gue yang sesungguhnya. Tapi bukan berarti gue stop menjadi penulis ya, karena menurut gue musik sama saja dengan menulis. Bedanya saat bercerita gue harus menambahkan melody :) Selain itu yang membuat gue absen dari dunia kecil ini adalah karena so much thing going on belakangan. Dari mulai hal-hal yang bikin happy sampai hal-hal yang bikin hati gue sedikit kosong (eg. ada seorang sahabat yang meninggal dunia, juga ada seorang sahabat yang baru pindah jadi komunikasi dibatasi dulu). Sekarang gue akan mencoba mencicil menceritakan apa saja yang terlewat. Dan akan dimulai oleh 2 moment yang menurut gue paling berharga diantara semuanya, yaitu: Ulang tahun gue dan pengamalan membuat jingle sebuah preschool. How cool is that? Hehehe :p

1. Kejutan Ulang Tahun dimana Keluarga went Vegan for a Day dan Lagu Baru!
Kalau sering mampir ke sini pasti sudah hapal banget sama ke-exited-an gue setiap berulang tahun. Tapi tahun ini ada yang beda karena bertepatan dengan bulan puasa. Awalnya gue mau mengundang beberapa teman untuk berbuka bersama, tapi setelah dipikir rasanya kurang bijak karena pulangnya bisa terlalu malam dan mereka jadi skip ibadah :( Jadi gue putuskan saja tahun ini tanpa perayaan dan gue jalani hari gue seperti biasa. Tapi rupanya orang-orang di sekitar gue nggak membiarkan hari istimewa gue berlalu begitu saja. Begitu tiba di tempat bekerja lampu kelas gue mati, dan begitu dinyalakan gue lihat note yang berisi birthday wishes lengkap dengan gambar Hello Kitty! Ya, ampun, rupanya itu surprise dari Miss. Rifa, partner sekaligus sahabat gue sejak tahun 2012. Rasanya terharuuuuu sekali. Sampai-sampai note nya gue keep dan dipajang di kamar, hahaha :D Miss. Rifa bilang sih gue berlebihan karena itu cuma surprise kecil, tapi menurut gue saat seseorang mengingat moment istimewa seperti ini, ---it's beyond precious! :) 

Gue nggak berharap hadiah apa-apa lagi, note dari Miss. Rifa sukses membuat gue ekstra happy saat bekerja. But, there's another surprise! Waktu gue ambil handphone di loker ada pesan dari ipar gue, katanya, "Kak, kata Ibu pulang kerja mau makan dimana? Kita makan sama-sama, Kakak pilih tempat makan vegan saja." Waaaa, saking happy nya gue sampai baca berkali-kali dan malah lupa untuk balas pesannya, hehehe. Setepat waktu mungkin gue meninggalkan tempat bekerja dan pulang ke rumah karena tahu pasti butuh waktu untuk berganti pakaian dan ---minimal cuci muka. Tapi, lagi-lagi, saat pulang ke rumah ada kejutan! Dan ini datang dari seseorang yang nggak gue duga!

Mungkin ada yang masih ingat kalau tahun lalu gue berkolaborasi dengan Shane Combs, musisi asal Amerika (lihat kolaborasi kami di sini). Nah, siapa sangka hubungan yang awalnya idola dan penggemar itu berubah menjadi persahabatan. Gue nggak bisa cerita gimana awalnya sih, it just happen to be. Rupanya gue dan Shane itu berulang tahun di waktu yang hanya terpaut 10 hari! Kami sebelumnya sudah sering bicara tentang betapa kerennya menjadi "Gemini fella" (plus sama Eris juga sih, anjing gue, lol) dan berencana untuk membuat sesuatu lagi bersama, tapi berhubung Shane akan pindah ke California gue jadi pesimis dengan rencana itu :( Entah dapat wangsit darimana rupanya Shane memutuskan untuk menyelesaikan project ulang tahun kami sebelum tanggal 8 Juni berakhir a.k.a di hari ulang tahun gue. Jadilah kami ngebut mengerjakannya BEBERAPA MENIT saja begitu gue tiba di rumah. Thanks to technology, kami menggunakan video call untuk berkomunikasi dan itu memakan waktu kurang lebih 3 jam. Pantat gue sampai kram rasanya karena duduk di lantai sementara kabel charger menempel terus-terusan di handphone. Well, it's kinda dangerous, tapi berhubung perasaan gue lagi campur-campur antara excited pengen cepat menyelesaikan lagu, mellow karena bakal ditinggal (kami kan tergantung WIFI, lol) sama mood pengen becanda melulu, bikin gue jadi "betah" dengan posisi ekstrim begitu. Telepon baru selesai setelah Ibu terus-terusan nongol di kamar untuk "mengingatkan" secara halus kalau kami mau makan malam bersama, hahaha. Gagal lah rencana gue untuk cuci muka dulu sebelum pergi :p

Lagu yang kami buat sebenarnya nggak 100% baru. Lirik dan melody nya gue tulis sekitar 8 bulan yang lalu. Waktu itu Shane langsung suka dan ingin memainkannya. Tapi berhubung lagunya super girly gue jadi nggak tega kalau melibatkan sahabat laki-laki gue itu, lol. Tapi ternyata Shane benar-benar menyukainya, jadi ia membuat aransemen baru plus kami juga tambahkan sedikit bagian dari lagu "All You Need is Love" nya The Beatles sebagai tribute to the band ---dan juga karena Shane mengidolakan mereka. Lagu yang kami buat sebagai hadiah ulang tahun kami (aneh nggak sih kalimatnya, hehe) itu berjudul "One Day" dan bisa didengar di sini. Gue sih suka banget sama hasilnya. ---Bukannya narsis lho, gue hanya bangga karena finally ada orang yang bisa merealisasikan musik yang ada di kepala gue. ---Karena dengan kemampuan bermusik gue yang masih terbatas, normally semua ini hanya bisa diimajinasikan saja. Semoga kalian juga enjoy dengan musik kami, ya :)

Dengar lagu gue dan Shane di sini. Pakai headphones akan lebih maksimal! :)


Akhirnya setelah terburu-buru ganti baju dan sedikit ditegur karena video call terlalu lama (---padahal anaknya sedang berkarya lho, Ibu, Bapak, hehe) kami (gue, ortu, Nenek, Ipar dan si Ali Connolly) berangkat juga untuk makan malam. Karena gue diizinkan untuk memilih tempat, langsung saja gue menyebut "Kehidupan Tidak Pernah Berakhir", restoran vegan yang selalu jadi favorite gue bahkan semenjak gue masih jadi pesco-vegetarian :) Bisa diduga, tempatnya penuuuh sekali begitu kami tiba. Tapi berhubung ini ulang tahun gue jadi nggak ada yang tega untuk menyalahkan gue :p Lagipula late dinner nya jadi terobati dengan kearakraban kami. Plus keluarga gue ternyata menikmati menu vegan dan amaze sama "daging palsu" yang mereka makan, hahaha. Well, gue sih nggak berharap mereka jadi vegan apalagi di dekat-dekat hari Lebaran seperti ini, tapi melihat mereka enjoy dan bilang kalau akan mampir ke sini lagi juga bikin gue happyyyy :D



Kesannya repetitif, tapi memang setiap ulang tahun gue selalu bilang kalau ini adalah "best birthday" karena begitu kenyataannya. Tuhan maha baik dan maha adil. Tahun lalu gue kehilangan orang yang gue sayangi dan tahun ini "diganti" dengan kehadiran seorang sahabat baru, sahabat lama dan keluarga yang super-super gue cintai. I'm blessed, ---rasanya "malu" jika gue meminta lebih. Gue berjanji akan menjadi orang yang lebih baik agar pantas mendapatkan apa yang sudah dan kelak gue dapatkan di masa depan :) 

2. Terlibat di Pembuatan Jingle Sebuah Preschool dan Tampil di Hadapan Oompa-Loompa.
Seperti yang gue bilang sebelumnya kalau gue sedang mengeksplor kemampuan bermusik. Nah, ini sepertinya membuat gue sedikit nekad, lol. Di awal bulan Juni bos gue bertanya apakah ada diantara employees nya yang bisa membuat lagu untuk preschoolnya. Jadi liriknya sudah ada, tapi belum ada melody. Entahlah dapat keberanian darimana dengan PD nya gue bilang, "Sini sama aku saja, deh. Aku bisa bikin lagu." Dan.... setelahnya gue kaget dengan jawaban yang keluar dari mulut sendiri, hahaha. Pengalaman gue membuat lagu hanya sebatas have fun untuk disimpan di laptop dan beberapa saja yang diupload ke YouTube. Jadi bisa dibayangkan dong betapa blank nya gue :'D Tapi berhubung sudah sok cool, gue bawa liriknya ke rumah dan baru galau setelah malam datang.

Sempat terpikir untuk curang, pakai melody yang sudah ada atau minta dibuatkan Shane. Tapi waktu gue tanya ia apakah bisa membuat lagu anak-anak jawabannya hanya, "What??", hahahaha. Jadilah gue langsung mengalihkan pembicaraan dan bilang, "Never mind" :'D Akhirnya gue humming saja liriknya dan biarkan jari-jari gue bergerak memetik ukulele. It's miracle! Hanya dalam waktu 5 menit lagunya selesai! Gue nggak yakin dengan reaksi bos gue sih, soalnya gue juga nggak ngerti "standar jingle" itu gimana. Tapi sambil tutup mata dan deg-degan (---eh, ngintip dikit sih) gue kirim lagunya melalui whatsapp. It was so rough, ada suara berdehem di awal dan tanpa mixing. Satu menit... dua menit gue menunggu dan akhirnya ada jawaban. Lagu gue langsung di approve! OH, MY GOD!!! Aneh sih, tapi gue syukuri saja. Mungkin bos gue selaranya random, hahahaha *sujud syukur*

Tapi kejutan besarnya justru ada di acara puncak alias school leavers nya preschool. Gue diminta untuk membawakan lagunya di atas panggung! Ahahahaha, antara excited sama geli sih ini namanya :D Sudah pasti ada beberapa teman yang menggoda gue. Dari mulai dipanggil "Maria" (itu lho, tokoh di Sounds of Music yang mengajarkan bocah-bocah bernyanyi) sampai dibilang kalau gue akan perform di hadapan Oopa Loompa :'D Terlanjur sudah nekad mengiyakan bikin lagu, gue iyakan lagi saja permintaan untuk tampilnya. Ini memang bukan pertama kalinya gue perform di depan umum, sebelumnya pernah di tiga stasiun TV nasional dan beberapa kali di kalangan "terbatas". Tapi di depan anak-anak dan orangtua murid? Oh, no, ini bakal jadi moment pertama kali xD



Satu minggu sebelum acara gue sempat gladiresik dan bikin gue geli segelinya karena lagu gue diputar di playground. Bayangkan saja, mendengar suara sendiri saat bekerja itu kan awkward banget, hahaha. Tapi gue tetap berusaha profesional, ---gelinya ditahan dulu sampai waktu bekerja selesai. Dan gue juga ingin penampilan gue di hari H maksimal. Jadi segala silly thought itu harus disingkirkan dulu :) Gue berlatih saat gladiresik juga di rumah, ---bahkan untuk outfitnya pun gue siapkan. Thank God, penampilan perdana gue di preschool berjalan lancar. Meski gue sudah "tahu", tapi nggak bosan-bosannya gue mengingatkan diri sendiri untuk menganggap semua pekerjaan serius. Besar kecilnya panggung, sedikit banyaknya audiences sama sekali nggak boleh mempengaruhi penampilan gue. I just want to do my best :)

Well... itulah dua moment yang sangat berkesan buat gue di bulan Juni. Sebentar lagi bulan akan berganti dan gue masih belum tahu apa yang sudah menanti. Yang pasti gue akan menjalani hari sebaik mungkin, dan sisanya gue serahkan pada Tuhan :) Oh iya, besok sudah hari Lebaran, nih. Mohon maaf lahir dan batin, ya. Nanti akan gue usahakan untuk bersilaturahmi ke blog teman-teman. Sampai ketemu! :)

that ukulele girl,

Indi

_____________________________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com

Sabtu, 27 Mei 2017

My Puppy is 8 Years Old! OMG! :D

Entah waktu yang benar-benar cepat berlalu atau gue yang terlalu enjoy sama hidup, ya... Rasanya baru banget gue cerita tentang ulang tahun Eris yang ke 7, eh sekarang dia sudah 8 tahun aja, huaaaa *kagetplusterharu :')
Tapi banyaknya hal yang terjadi sama hidup gue belakangan (lol) juga bisa jadi alasan kenapa semuanya jadi terasa cepat. Salah satunya saja 3 minggu belakangan gue terkena infeksi mata yang cukup parah. Doctor visit, ke optik, pakai obat ini-itu... dan tahu-tahu saja, boom! ---sudah tanggal 22 Mei 2017! :O Padahal awalnya gue merasa punya cukup waktu untuk menyiapkan proper birthday celebration buat Eris, tapi pada kenyataannya cuma bisa super sederhana, hahaha. Yah, gimana dong... untuk keluar rumah saja mata gue masih sensitif bukan main. Dan yang juga nggak kalah berpengaruh, ---dompet gue ikut terkuras karena biaya dokternya cukup mahal! Maaf ya, Eris :p

Gue selalu berusaha membuat 'perayaan' ketika ada hewan peliharaan yang berulang tahun, ---meskipun itu hanya sederhana. Karena menurut gue every life's matter, termasuk mereka. Seenggaknya ada moment satu kali dalam setahun dimana gue bisa tunjukan pada mereka betapa berartinya mereka untuk hidup gue. Sebelum Eris ada Veggie, anjing golden retriever cerdas-cantik yang sayangnya harus pergi sebelum usianya mencapai 7 tahun. Ia dulu mengidap epilepsi, ---setiap hari dengannya adalah berkah dan membawa kebagiaan. Karena gue "tahu" waktu kami untuk bersama nggak akan lama, gue selalu berusaha membuat hari-hari kami memorable terutama di saat berulang tahun. Entahlah, gue merasa lebih nyaman ketika melakukannya. Mungkin dengan "merayakan hidup" gue seperti diterapi agar lebih mudah melepaskan ketika Veggie benar-benar harus pergi.

Meski begitu gue tetap merasa patah hati. Selama seminggu setelah kepergiannya gue menangis hampir sepanjang hari. Untuk mengobati gue melihat foto-foto Veggie sambil mengingat kenangan-kenangan manis bersamanya. Dan kehadiran Eris yang nggak terduga ternyata juga salah satu penyembuh yang paling ampuh. Gue merasa harus kembali membuka hati dan nggak menyia-nyiakan rasa sayang gue dengan memberikannya pada Eris. Ya, kekuatan dari making memory bersama Veggie dan kehadiran Eris lah yang menyembuhkan gue :) Itulah kenapa gue sangat berusaha untuk melakukan hal yang istimewa di ulang tahun Eris, ---meskipun kesehatan gue sedang menurun. Karena tanpanya mungkin sampai sekarang pun gue masih akan merasa setengah patah hati, hehehe ;)


Begitu sadar kalau sudah tanggal 22, gue langsung membuka lemari es dengan harapan ada sesuatu yang bisa dijadikan bahan untuk membuat kue. Ada telur, ---wah, lucky, berhubung gue vegan sepertinya ini punya Ibu dan Bapak. Juga ada strawberry yang dipetik dari rumah Tante. Setelah berpikir secara kilat gue langsung minta Bapak untuk membelikan buah pisang. Ya, ampun gue merasa helpless. Masa cuma ke mini market saja gue harus minta tolong, hahaha :D (habis ngetik kalimat ini gue langsung pakai obat tetes mata, lol). 
Gue pernah melihat resep kue ulang tahun untuk anjing di YouTube dan pernah gue praktekkan tahun kemarin. Sayang hasilnya terlalu kecil dan kurang nge-blend. Bagi Eris sih itu nggak masalah, karena dia memang hobi makan. Tapi gue tetap berharap kali ini hasilnya lebih baik daripada tahun kemarin biar happy nya Eris jadi berkali-kali lipat.

Belajar dari kesalahan tahun kemarin, kali ini gue lumatkan pisang dengan garpu agar lebih mudah ketika dicampurkan dengan telur. Melihat bentuknya sebelum dimasukkan ke microwave gue merasa super PD akan berhasil. Tapi ternyata... failed! Ini karena Bapak kasih tips super iseng agar gue menambahkan tepung beras ke adonannya, hahaha. Akhirnya setelah sedikit ngambek sama beliau (just kidding, hehe), gue bikin lagi dari awal dan... BERHASIL! Yay, gue bangga sekali sama hasilnya. Tahun lalu waktu gue masih vegetarian (masih makan telur) gue icip-icip kuenya Eris dan ternyata rasanya enaaaaak. Mirip pancake! Resep kue ini simple banget, tapi efektif. Soalnya bisa dinikmati oleh anjing dan pawrent nya sekaligus, hihihi. By the way, in case di antara kalian yang membaca mau re-create resep ini, boleh banget lho. Nih, gue share step by stepnya :)

Bahan-bahan:
~ 2 buah pisang.
~ 2 butir telur.
~ 1 buah strawberry.
~ 1 sendok makan air matang.

Cara membuat:
~ Lumatkan pisang sampai halus lalu campurkan dengan telur yang sudah dikocok.
~ Masukkan air dan aduk rata.
~ Panaskan di microwave suhu tinggi selama 5 menit.
~ Setelah agak dingin olesi bagian atas kue dengan stawberry yang sudah direndam air panas dan dilumatkan. Jadi kaya semacam homemade jam gitu deh, hehehe.


Selama ini gue hanya pernah memberi Eris kue buatan toko (khusus anjing) satu kali saja. Bentuknya memang keren, tapi gue khawatir ada bahan-bahan yang nggak terlalu baik untuk tubuhnya. Selain itu usia Eris juga sudah tua (---ah, tapi bagi gue dia tetap puppy, hehehe), jadi akan lebih baik kalau apa yang masuk ke perutnya adalah bahan-bahan yang gue kenal betul. Pisang baik untuk sumber potasium dan karbohidrat bagi anjing. Sedangkan strawberry, selain rasanya enak juga kaya vitamin C. Satu atau dua buah jadi jumlah yang oke untuk camilan. Asal jangan stawberry kalengan saja karena biasanya mengandung sirup gula :O Nah, kalau dari bahan-bahannya sih sudah oke. Tapi tes kesuksesan kue ini adalah apakah Eris akan menyukainya? :D

Nggak ada dress baru buat Eris, ---kadonya pun mungkin akan menyusul atau bahkan nggak sama sekali, hehehe. Gue dan Bapak cuma menempel tulisan "happy birthday" di dinding dan nyanyi-nyanyi random (Eris mana peduli, lol). Lalu gue potong kuenya jadi 4 bagian dan langsung diberikan pada Eris. No candle this year karena yang sudah-sudah Eris malah mau gigit lilinnya :p 1... 2... 3... the moment of truth. Hap! Ternyata Eris menyukainya! Dalam hitungan detik kuanya langsung habis, jadi nggak sempat divideokan, hahaha. Padahal ukurannya lumayan besar, lho, ---dicetak pakai mangkuk yang biasa buat mie itu. Melihat Eris suka dengan kue buatan gue bikin super happy. Terharu deh, hal yang sesederhana ini saja bisa bikin Eris excited. Ah, gue harus belajar banyak dari Eris :'D


I'm blessed to have her. Nggak bosan-bosan gue bilang begitu (---tapi yang baca di sini mungkin bosan, hehehe). Karena kenyataannya memang begitu. Eris mengajarkan gue untuk selalu excited dengan hal-hal kecil, untuk bersabar seperti saat gue sedikit memberinya makan, untuk tetap percaya dan menghormati, meski terkadang gue "marah" karena ia membandel. Semoga akan ada ulang tahun-ulang tahun berikunya lagi dengannya. Semoga selama apapun sisa hidup yang ia miliki gue bisa memberikannya kebahagiaan dan ia diberkahi dengan kesehatan. Amen... :) Ah, gue jadi pengen cepat-cepat menyelesaikan tulisan ini. Sekarang gue mau nyusul Eris saja di pojokan dekat pintu dan usel-usel wajahnya yang mungil, hihihi :)

cheers,

Indi

nb: Selamat menunaikan ibadah puasa. Maafkan segala kesalahan gue ya, baik di lisan ataupun tulisan :) Bulan puasa identik dengan petasan. Di daerah gue mulai ramai dan bikin Eris panik. Just a friendly reminder, kalau mau main petasan jangan di dekat binatang ya karena telinga mereka super sensitif. Dan untuk para pawrents, yuk peluk si kesayangan supaya nggak panik dan tetap nyaman. Semoga di bulan yang suci ini damai-damai saja ya. Mending juga makan kolak daripada main petasan :p

_____________________________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com

Minggu, 07 Mei 2017

Ditodong Bernyanyi dan Bermain Ukulele di "Udah Gitu Aja" :D

Haloooo Dunia Kecil Indi! Masih adakah yang berkunjung ke sini? Hehehe :p
Lumayan lama juga ya gue nggak mampir, ---bahkan nggak blog walking mengunjungi blog teman-teman. Sedihnya, ini bukan karena gue sibuk, tapi karena... ehm, gue malas :p Bukan malas sama blognya, lho, tapi gue sedang malas in general. Sempat sakit 1 minggu plus cuaca Bandung yang adem-adem beku (hujan es melulu, dong) bikin gue rindu dengan tempat tidur setiap pulang bekerja. Plusnya gue jadi beristirahat dengan cukup, tapi minusnya jadi lumayan banyak hobi yang ditinggalkan (---kecuali hobi tidur, lol). Sekarang gue sudah jauh lebih fit, mudah-mudahan saja bisa kembali ke rutinitas yang seimbang, ---terutama antara pekerjaan, hobi dan waktu istirahat :)

Bulan kemarin banyak long weekendnya. Tapi bagi gue sih nggak terlalu berpengaruh karena pekerjaan formal gue yang sifatnya part time, hanya 4 hari dalam seminggu. Jadi di saat orang lain happy karena dapat libur ekstra, bagi gue rasanya sama karena di hari "normal" pun memang libur, hehehe. Nah, justru pas 1 Mei 2017 kemarin gue malah kebalikan dari orang kebanyakan. Di saat yang lain libur gue malah "back to work" dengan menjadi tamu di acara talk show. Proses undangannya cukup cepat. Berawal dari beberapa hari sebelumnya produser acara menghubungi gue dan menawari untuk menjadi bintang tamu di program barunya. Karena sebelumnya sudah pernah mengisi acara di stasiun TV yang sama jadi langsung gue iyakan. Rupanya memang cukup ngebut, keesokan harinya salah seorang dari tim kreatif langsung memberikan gue jadwal shootingnya!

Mungkin masih ada yang ingat kalau di tahun 2015 lalu gue diundang ke acara yang namanya "Saling Sharing"? Nah, kali ini gue diundang oleh stasiun yang sama, Inspira TV, hanya saja berbeda acara. Namanya "Udah Gitu Aja", sama-sama talk show tapi konsepnya komedi. By the way, sepertinya masih ada yang belum tahu tentang Inspira TV ya. Ini stasiun TV nasional, jadi bukan hanya bisa dinikmati di kota Bandung, tapi juga di kota-kota lain di Indonesia. Bedanya ini adalah channel TV digital bukan analog, jadi kita harus make sure dulu TV yang dipakai bisa mensupport (bisa dibaca di kardus TV nya). Selain itu Inspira TV juga bisa dinikmati di Ninmedia channel 29. Teman-teman sudah pakai TV digital belum, nih? :) 

Belajar dari pengalaman sebelumnya gue pun bertanya tentang dresscode untuk shooting nanti, apalagi acaranya live. Awalnya Reza, salah satu tim kreatif mengizinkan gue memakai dress selutut (---bukan di atas lutut ya, gue selalu make sure pakaian gue sopan). Tapi (lagi-lagi) hanya beberapa jam sebelum shooting keputusan diubah bahwa kaki gue harus tertutup! Aduh, rasanya kok seperti de javu, hahaha. Agak kesal juga sih, tapi syukurlah gue menemukan stocking lama di laci lemari dan dapat pinjaman blazer dari Ibu. Alasannya sih karena beberapa kru masih libur jadi keputusannya serba mendadak. (---Dan later ketika di studio gue jadi tahu kalau channel mereka memang berbasis islami). Tadinya gue mau protes karena di episode sebelumnya Mbak Polwan cantik yang jadi tamu roknya pendek bingits dan bajunya ketat. Tapi sudahlah, aturan pasti dibuat karena ada alasannya dan gue bukan rebel, hehehe. Disyukuri saja karena Ibu punya butik jadi urusan outfit bukan masalah besar :)

Shooting akan dimulai pukul 20.00 WIB, jadi gue dengan diantar Bapak berangkat pukul 19.00 WIB. Tadinya gue diundang untuk share tentang pengalaman menulis saja, tapi setelah produsernya tahu kalau gue juga pemain ukulele (amatir, lol), gue pun diminta untuk membawa serta salah satu ukulele gue. Wah, bakal jadi pengalaman pertama bermain musik live di TV nih. Sebelumnya sudah pernah ketika di Net TV dan TV One, tapi keduanya tapping :D Lokasi shooting kali ini berbeda dengan sebelumnya yang di sebuah kafe, kami diminta untuk datang langsung ke studio Inspira TV. Karena sudah malam dan baru pertama kali, Bapak sempat bingung dengan rutenya. Syukurlah lalu lintas sedang nggak macet dan meskipun studionya nggak terletak di jalan utama tapi ada sign yang cukup terang. Kami pun tiba tepat waktu. Hore! Hehehe.

Sepanjang pengalaman gue mengisi acara (di TV), baru kali ini shooting nya dimulai tanpa basa-basi. Jangankan di makeup oleh makeup artist, diminta untuk rapi-rapi pun nggak. Jadi begitu tiba langsung diminta naik ke lantai 2 (sepertinya ruang kontrol?), baru ketika segment gue hampir dimulai gue diminta untuk masuk ke studio yang berada di lantai 3, hehehe. Positifnya gue jadi nggak sempat deg-degan ---dan akhirnya ada juga TV yang no-problemo dengan gue yang bedakan saja malas :D Gue baru dibriefing saat jeda iklan, termasuk baru ditanya tentang lagu apa yang akan gue bawakan. Tanpa ragu gue langsung menjawab, "Under the Bridge dari Red Hot Chili Peppers!" Hehehe, kalau live begini kan sudah nggak mungkin ditolak, ---kapan lagi bisa membawakan lagu idola :p Karena di sana ada pemain keyboard, gue pun nggak menolak tawarannya untuk mengiringi suara dan permainan ukulele gue. Ini adalah pengalaman pertama, gue jadi super excited! :)



Host "Udah Gitu Aja" ada 2 orang, Danu dan Mike. Mereka super kocak dan lincah, ---saking lincahnya gue khawatir studio mini tempat kami shooting akan rubuh karena mereka berlari kesana kemari saat jeda iklan, hahaha. Meski begitu mereka juga ramah dan sopan. Setelah berkenalan sebentar segment gue pun dimulai dengan membawakan lagu yang sudah direncanakan. Ya... not bad lah untuk ukuran tanpa rehearsal, hehehe. Lagunya jadi terdengar lebih fresh dengan alunan keyboard. Beruntung Bapak sempat merekam moment pertama gue membawakan lagu idola di TV dengan kameranya :)) Setelah itu kedua host langsung masuk dan mulai berbasa-basi dengan gue. Senangnya, Mike pernah menonton film MIKA beberapa waktu lalu, jadi percakapan kami terasa lebih hidup. Gue memang selalu mengirimkan profile terlebih dahulu jika diundang menjadi tamu, karena info tentang gue tentu nggak semua tersedia di google (---kecuali kalau gue Beyonce, hehehe). Tapi jika host nya benar-benar tahu karya gue rasanya jadi lebih menyenangkan.



Setelah jeda iklan berikutnya gue diajak main game. Sebenarnya sih gamenya super simple, gue dan Mike hanya diminta untuk menebak kata yang Danu ucapkan tanpa suara lalu ditulis di selembar kertas. Tapi memang dasar Danu super kocak, gue pun tertawa sampai sakit perut, hahaha. Game ini gue yang menang, ---tapi gue yakin Mike memang sengaja mengalah. Yang asyik dari acara ini meski konsepnya komedi tapi pertanyaan yang diajukan tetap serius. Misalnya tentang upcoming project gue dan tips menulis. Mereka juga sempat membacakan beberapa fakta tentang film MIKA yang membuktikan bahwa tim kreatif melakukan sedikit research sebelumnya. Mungkin kita sebagai penonton akan berkomentar bahwa,'apa susahnya memang dengan mencari tahu?' ---karena zaman sekarang apa-apa tinggal googling. Tapi trust me, masih banyak lho acara TV yang sepertinya malaaaas banget cari tahu tentang tamunya :) 



Segment gue berlangsung selama 1 jam, tapi waktu rasanya cepat sekali berlalu karena meski saat jeda karakter Danu dan Mike sama sekali nggak berubah. Kami asyik mengobrol dan sesekali kru mengajak berfoto bersama. Too bad memory kamera gue habis karena Bapak terlalu semangat merekam aksi gue, hahaha. Untung saja ada Instagram, jadi gue bisa mendapat beberapa dokumentasinya meski resolusinya nggak terlalu besar :) Waktu segment gue ditutup rupanya ada permintaan khusus dari produser agar gue bernyanyi lagi. Ya, ampun spontan sekali acaranya, hahaha. Yang terlintas di kepala gue lagunya Princess Chelsea yang berjudul "Goodnight Little Robot Child", langsung saja gue nyanyikan. Sempat lupa awalnya karena celetukan-celetukan si duo konyol, tapi untung hanya beberapa detik saja, hahaha.

Gue dan Bapak nggak langsung pulang, tapi kami stay sampai 1 jam kemudian alias sampai acara habis. Meski cuma jadi penonton tapi gue nggak bosan karena ketawa-ketawa terus :p Setelah itu kami pamit pulang karena sudah larut dan besoknya gue harus kembali bekerja (---pekerjaan formal maksudnya, kalau "kerja" mah kan setiap hari, hehehe)
Gue bersyukur pengalaman pertama mengisi acara live berlangsung super seru. Gue pikir pressure nya bakal lebih besar daripada tapping, tapi rupanya gue malah lebih santai. Pernah lho gue screen test buat salah satu acara bakat di TV, cuma ditonton sama segerintil kru tapi nervousnya malah luar biasa, lol. Minusnya dari live show gue jadi nggak bisa nonton diri sendiri di TV, ---kecuali kalau ada yang upload ke YouTube. Ya, doakan saja episode gue cukup okay untuk di upload di account official mereka, ya, hehehe. 
Begitu deh pengalaman gue bekerja di hari libur kemarin. Kalau teman-teman bagaimana? Menikmati liburan atau ada pekerjaan tak terduga juga? ;)

Nonton behind the scene "Under the Bridge" di sini, ya :)


yang maksa mau nyanyi lagu RHCP,

Indi


_____________________________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com

Selasa, 18 April 2017

Cara Melepas SpineCor dan BERITA BAIK! :) #indisscoliosislife



Waaa, liburnya sudah habis! Hihihi :D Bagaimana liburannya nih, teman-teman? Mudah-mudahan seru ya. Dan untuk yang merayakan, have a blessed Easter! :) Gue sendiri sih merasa long weekend kali ini terasa kurang long, alias pendek. Mungkin karena sedang semangat-semangatnya mencoba hal baru, ---tapi sekaligus ingin bersantai :p Padahal kalau diingat liburan kali ini cukup lengkap buat gue; relax dengan spa sudah, being creative dengan membuat lagu baru sudah, jalan-jalan dengan keluarga juga sudah. Well, manusia terkadang nggak ada puasnya ya, hehehe. Padahal seharusnya gue bersyukur karena sempat melakukan banyak hal, dan lagipula 'sebentar' lagi juga another weekend tiba ;)

Soal relax dengan spa, sebetulnya libur kemarin gue nggak niat untuk pijat spa. Awalnya gue ingin pijat terapi untuk scoliosis seperti yang biasa gue dapat di tempat fisioterapi. Tapi karena salah paham dengan terapis pijatnya, jadilah gue dapat "rezeki santai" tak terduga, hahaha. Eh, tapi bukan berarti selama libur gue jadi cuek dengan kesehatan my spine ya. Semalas apapun gue selalu usahakan untuk exercise ringan, ---meski terkadang dengan mata terpejam :p Dan ngomong-ngomong soal scoliosis, di blog ini ternyata tema itu jadi salah satu semakin lama semakin banyak di klik, lho. Perasaan gue jadi campur aduk, nih. Antara prihatin karena artinya jumlah scolioser sangat banyak, tapi juga senang karena artinya awareness pengguna internet terhadap scoliosis semakin tinggi :) 

Jadi hari ini gue mau share sesuatu yang berkaitan erat dengan scoliosis, ---yang juga cukup sering di-request sama teman-teman pembaca di sini. Yaitu cara mudah untuk melepas SpineCor. Banyak scolioser, terutama yang kurvanya sedang sampai tinggi harus memakai brace (penyangga) untuk membantu menjaga kestabilan kurvanya. Tipe brace sangat beragam, apa yang dipilih biasanya berdasarkan beberapa pertimbangan dan anjuran dokter. Gue sendiri sejak (lebih) dari 2 tahun lalu memakai SpineCor, brace tipe soft karena lebih nyaman dan efektifitasnya jauh di atas brace tipe lain (hard brace). Meski gue super betah dengan brace ini tapi nggak bisa dipungkiri kalau cara penggunaannya memakan waktu ekstra jika dibandingkan dengan brace tipe hard karena terdiri dari 2 pieces. Untuk pengguna baru pasti merasa kebingungan, ---lihat tali-talinya saja sudah bikin seram, hahaha. Padahal sebenarnya dengan sedikit latihan kita bisa melakukannya dengan mudah, lho :)


SpineCor terdiri dari 2 bagian, yaitu rompi dan short. Di rompi terdapat 4 tali, sedangkan di short terdapat 2 tali. Meski kelihatannya membingungkan (apalagi kalau dalam keadaan dilepas, OMG) tapi sebenarnya fungsi tali-tali itu untuk memudahkan penggunanya, lho. Gue akan coba jelaskan step by stepnya dengan singkat;
1. Di rompi terdapat tali-tali dengan nomor 1, 2, 3 dan 4. Supaya nggak bingung, lepas tali satu persatu dengan urutan terbalik, dari 4 sampai 1.
2. Saat melepas tali lipat ujungnya agar velcro nggak melekat ke bagian rompi yang lain. 
3. Untuk melepas celananya, doesn't matter sih mau tali nomor 1 atau 2 dulu. Yang terpenting make sure lipat talinya agar nggak melekat ke bagian celana lain. Lalu setelah itu lepaskan celana seperti biasa.
4. Lakukan hal yang saja saat akan mencuci atau menyimpan SpineCor untuk mencegah agar velcro nggak cepat "gundul", terutama karena proses pencucian.

Kalau masih bingung kalian bisa menonton video di salah satu episode "Indi's Scoliosis Life" di sini. Gue juga punya video cara memakai SpineCor dan tips untuk ke toilet tanpa harus melepas keseluruhan SpineCor di playlist. Oh iya, gue juga mau share good news nih. Keponakan gue, Fithri baru saja menjalani operasi scoliosis (yup, gue bukan satu-satunya scolioser di keluarga). Kurva sebelumnya sedikit lebih tinggi dari gue dan setelahnya scoliosisnya banyak terkoreksi! Gue sampai surprise melihat fotonya karena ia terlihat super tegap :) Operasi koreksi yang dilakukan menggunakan MAGEC Rod System, ---yang sebelumnya gue belum pernah dengar. Sepertinya di sini memang belum ada (at least itu hasilnya ketika gue googling), karena di rumah sakit tempat Fithri melakukan operasi pun (di Belanda) ini baru kali keduanya dilakukan. News ini membuat gue super happy karena setelah koreksi mobilitas Fithri pasti akan lebih tinggi (she's a wheelchair user) dan juga semakin positif karena artinya perkembangan dunia kedokteran semakin maju! :)


Luar biasa rasanya kalau mengingat dulu gue masih memakai hard brace dan pilihan untuk terapi scoliosis masih sedikit. Siapa yang mengira kalau sekarang ada SpineCor atau MAGEC Rod System, ---dan teknologi-teknologi lain yang nantinya akan menyusul. Fakta kalau ada orang-orang di luar sana yang melakukan berbagai macam penelitian untuk membantu orang-orang seperti gue dan Fithri membuat gue merasa terharu! I can't wait to see what future brings, ini baru awalnya :)
Well, gue sih nggak bisa (---belum) bisa membantu dalam bidang science, tapi mudah-mudahan apa yang gue share di sini dan di series "Indi's Scoliosis Life" bisa membantu, ---at least membuat teman-teman scolioser ingat kalau kalian nggak sendirian. Saat sedih, down atau in pain, jangan lupa kalau di sini ada gue yang "menemani" ;)


smile,
Indi

nb: Rupanya banyak yang belum tahu kalau Spine Body Center, tempat gue memasang SpineCor sudah berubah nama dan alamat. Ini yang baru: Indo Sehat Utama. Ruko Garden Shopping Arcade, Blok B-09 BB Kawasan Podomoro City, Jl. Podomoro Avenue - Tanjung Duren Selatan jakarta Barat 11470. Phone: 021 2940 8696.
_____________________________________________________________________
Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | YouTube: here | Contact person: namaku_indikecil@yahoo.com